bawaslupolitikuanghoaks

Bawaslu RI: Politik Uang dan Hoaks Akan Meningkat  

( kata)
Bawaslu RI: Politik Uang dan Hoaks Akan Meningkat  
Anggota Bawaslu RI Fritz Edward Siregar


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia menilai praktik politik uang dan hoaks akan meningkat dalam pilkada di tengah pandemi covid-19.

Anggota Bawaslu RI Fritz Edward Siregar mengatakan perlu kerja sama antara  penyelengara, pengawas, serta partisipasi masyarakat dalam mengantisipasi adanya politik uang, hoaks, dan SARA.

"Dalam mengantisipasi dan mengawasi terjadinya pelanggaran Bawaslu harus di bekerjasama dengan berbagai element masyrakatan, "ujarnya saat mengisi sambutan dalam sosialisasi anti politik uang, Hoaks, politisasi SARA dan Covid-19 untuk pemilihan wali kota dan wakil wali kota Bandar Lampung, di Hotel Emersia, Teluk Betung Utara.

Menurut Fritz, praktik politik uang menjadi pekerjaan rumah yang berat bagi seluruh elemen, baik masyarakat atau penyelenggara pilkada. Semua pihak harus berperan aktif.

Namun, ia menegaskan Bawaslu harus terus melakukan tindakan pencegahan sampai ke penindakan apabila terbukti terlibat.

"Memanfaatkan ekonomi yang sedang merosot di tengah pendemi covid-19 akan semakin tinggi terjadi. Perlunya peran aktif serta dedikasi kepada masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, ketua Bawaslu Bandar Lampung Candra Wansah mengatakan terus menggencarkan tolak politik uang, hoax dan mobilisasi Aparatur Sipil Negara.

"Kita siap menindaklanjuti dugaan pelanggaran-pelanggaran, dan terus bersama masyarakat dan elemen lainya tolak politik uang, SARA, Hoaks di tengah pendemi covid-19 di Bandar Lampung,"ujarnya aktivis Pemuda Muhammadiyah Lampung tersebut.

 

Setiaji Bintang Pamungkas







Berita Terkait



Komentar