pilkadabawaslupelanggaran

Bawaslu Lamteng Dinilai Kurang Tegas Tindak Pelanggaran Pilkada

( kata)
Bawaslu Lamteng Dinilai Kurang Tegas Tindak Pelanggaran Pilkada
Ketua Bawaslu Lampung Tengah, Harmono. Dok. Lampost.co


GUNUNGSUGIH (Lampost.co) -- Kinerja Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lampung Tengah dinilai tidak tegas dalam menindak pelanggaran pilkada. Hal ini terlihat tidak adanya sanksi kepada Paslon nomor urut 02, Musa Ahmad-Ardito Wijaya terkait temuan, dan laporan pelanggaran money politik.

Menanggapi hal itu, Ketua Bawaslu Lampung Tengah, Harmono menampik tidak menangani berbagai pelanggaran-pelanggaran baik temuan dan laporan selama tahapan pilkada berlangsung.

Baca juga: Satgas Money Politik Lamteng Kembali Tangkap Kecurangan Paslon 02

Menurut Harmono, dengan keterbatasan sumber daya manusia (SDM) dan personel, pihaknya selaku pengawas Pilkada di Kabupaten Lampung Tengah luput memantau pelanggaran dugaan money politik yang kembali mencuat.

"Kami telah membentuk Satgas di masing-masing kecamatan untuk memantau pergerakan para Paslon. Tapi karena keterbatasan SDM dan jumlah personel, kami tidak bisa memantau satu persatu pergerakan pelanggaran tersebut," ujarnya, Senin 7 Desember 2020.

Ia juga mengungkapkan, telah berkoordinasi dengan pihak tim Paslon untuk dapat ikut memantau pergerakan yang dapat memicu pelanggaran, yang mana hal itu terjadi dengan cara berkerja secara terstruktur, sistematis, dan masif. Maka itu, pihaknya mengaku kecolongan dalam meminimalisir akan terjadinya pelanggaran.

"Jadi kami hanya meminta kepada masing-masing Paslon untuk dapat menahan diri sampai pada waktu pencoblosan 9 Desember yang tinggal beberapa hari lagi," tandasnya.

Winarko







Berita Terkait



Komentar