Pilkadabawaslu

Bawaslu Lamsel Panggil Tiga Bapaslon Terkait Kerumunan Massa

( kata)
Bawaslu Lamsel Panggil Tiga Bapaslon Terkait Kerumunan Massa
Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Lampung Selatan memanggil tiga pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Lamsel, Selasa, 8 September 2020. Armansyah

KALIANDA (Lampost.co) -- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Lampung Selatan memanggil tiga pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Lamsel, Selasa, 8 September 2020. Pemanggilan itu terkait dugaan pelanggaran protokol kesehatan Covid-19 saat mendaftarkan diri di KPU Lamsel pada 4 dan 5 September 2020.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampost.co, Bawaslu Lamsel melayangkan surat pemanggilan dengan nomor 097/K.LA-02/PM.00.02/IX/2020 ke masing-masing Bapaslon untuk dimintai keterangan. Pemanggilan tersebut dijadwalkan tiga hari, 8-10 September 2020.

Ketua Bawaslu Lamsel Hendra Fauzi mengatakan, berdasarkan hasil pengawasan selama pendaftaran Bapaslon di KPU Lamsel beberapa hari yang lalu, ketiga Bapaslon yakni Nanang Ermanto-Pandu Kesuma Dewangsa, Hipni-Melin, dan Tony Eka Chandra-Antoni Imam diantarkan oleh rombongan masa pendukung masing-masing.

"Pada saat melakukan pendaftaran masing-masing Bapaslon membawa arak-arakan masa pendukung dalam jumlah banyak menuju kantor KPU Lamsel. Rombongan itu dinilai telah mengabaikan protokol Kesehatan terkait menjaga jarak dan upaya untuk memutus adanya penyebaran virus covid-19," kata dia.

Menurut Hendra, pemanggilan tersebut sesuai dengan PKPU Nomor 10 tahun 2020 pada pasal 58 menyebutkan bahwa untuk pertemuan terbatas dan pertemuan tatap muka membatasi jumlah peserta yang hadir paling banyak 50 orang, dan memperhitungkan jaga jarak paling kurang satu meter antar peserta Kampanye serta dapat diikuti peserta Kampanye melalui media daring.

Sementara, dalam hal rapat umum dan tatap muka pasal 64 Ayat 2 menyebutkan membatasi jumlah peserta yang hadir paling banyak 100 orang dan memperhitungkan jaga jarak paling kurang satu meter antar peserta rapat umum, serta dapat diikuti peserta rapat umum melalui media daring.

"Pemanggilan ini sesuai UU dan kewenangan Bawaslu untuk meminta keterangan tentang adanya kerumunan masa yang diduga melalaikan protokol Kesehatan. Jika terbukti maka Bawaslu mengambil tindakan sesuai peraturan yang berlaku," kata dia.

Hal senada diungkapkan, Koordinator Devisi Hukum, Humas, Data dan Informasi Bawaslu Lamsel, Wazzaki mengatakan, ada dua hal yang harus menjadi perhatian bersama pada saat Lanjutan Pilkada serentak 2020, yakni memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan kepada masyarakat dalam menyalurkan hak pilihnya serta jangan sampai Pilkada 2020 menjadi ajang penularan wabah virus korona.

"Untuk itu, semaksimal mungkin bagi penyelenggara ataupun peserta Pilkada harus melaksanakan protokol Kesehatan dalam setiap tahapan atau kegiatan apapun. Jangan sampai ada klaster baru selama Pilkada berlangsung," kata dia. 

Winarko



Berita Terkait



Komentar