#Bawaslu#Lampung

Bawaslu Dengar Penjabaran Pelapor Dugaan Politik Uang di Pilkada di Bandar Lampung dan Lamteng

( kata)
Bawaslu Dengar Penjabaran Pelapor Dugaan Politik Uang di Pilkada di Bandar Lampung dan Lamteng
Sidang TSM Bawaslu dengan agenda pembacaan laporan pelapor di Hotel Bukit Randu/Lampost.co/Troyadi Isworo


Bawaslu Lampung (Lampost.co) -- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Lampung kembali melakukan sidang penanganan pelanggaran administrasi Terstruktur, Sistematis dan Massif (TSM) pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng), serta pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Bandar Lampung, dengan agenda pembacaan laporan pelapor, di Hotel Bukit Randu.

Sidang TSM Bandar Lampung dengan register laporan nomor: 02/reg/L/TSM-PW/08.00/XII/2020 dilaksanakan di Ruang Anggrek. Dugaan politik uang TSM Bandar Lampung sebelumnya dilaporkan Yopi Hendro dengan dikuasakan kepada Ahmad Handoko dan kawan-kawan.

Pihak terlapor adalah pasangan Calon Walikota dan Wakil Wali Kota Bandar Lampung nomor urut 3 atas nama Eva Dwiana-Deddy Amrullah. Majelis Pemeriksa sidang TSM Bandar Lampung dipimpin Fatikhatul Khoiriyah bersama anggota Karno Ahmad S, Adek Asy’ari dan Hermansyah. 

“Agenda sidang hari ini adalah mendengarkan pembacaan laporan secara lengkap dari pelapor, dan hari ini terakhir kesempatan untuk memperbaiki laporan sebelum dibacakan, jika sudah siap silahkan dibacakan,” kata Ketua Bawaslu Lampung Fatikhatul Khoiriyah, Kamis, 17 Desember 2020.

Kuasa Hukum Pelapor Ahmad Handoko mengatakan, Wali Kota Bandar Lampung Herman HN yang merupakan suami dari calon Wali Kota Bandar Lampung nomor urut 3 atas nama Eva Dwiana, melakukan tindakan yang menguntungkan paslon tersebut. 

“Dengan cara penganggaran bansos (bantuan sosial) menggunakan APBD Kota Bandar Lampung pada proses Pilkada sebagai sarana sosialisasi kampanye pasangan nomor urut 3 secara masif dan menyeluruh di kecamatan yang ada di kota Bandar lampung,” kata Handoko 

Pelapor juga menyebut adanya penyalahgunaan wewenang kekuasaan wali kota dengan memanfaatkan bantuan Covid 19 yang melibatkan aparatur pemerintah/ASN sampai di tingkat kelurahan sebagai media sosialisasi kampanye calon nomor urut 3 dan adanya money politikcs secara TSM.

Sementara pada sidang TSM Kabupaten Lamteng  yang berlangsung paralel dengan sidang Kota Bandar Lampung, tim kuasa hukum pelapor pasangan calon nomor urut 3 atas nama Nessy Kilviya-Imam Suhadi, Edwin Hanibal memohon kepada majelis untuk menyertakan bukti tambahan dugaan politik uang di Lamteng.

Sebelumnya,dalam laporan dengan nomor register; 01/reg/L/TSM-PW/08.00/XII/2020, pelapor menyebut TSM terjadi di 17 kecamatan dari 26 kecamatan di Lampung Tengah. Ditambahkan menjadi 18 kecamatan dengan penambahan terjadi di Kecamatan Seputih Agung.

Pelapor dugaan TSM Kabupaten Lampung Tengah disampaikan Yuria Putra, Ketua Umum Tim Pemenangan pasangan calon nomor urut 3 atas nama Nessy Kilviya-Imam Suhadi terhadap terlapor, pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Musa Ahmad-Ardito Wijaya.

Laporan TSM Lampung Tengah diterima Bawaslu Lampung sesaat setelah pemungutan suara pada 9 Desember 2020 lalu.

Sidang TSM Lamteng akan dilanjutkan pada hari Jumat, (18/12) pagi dengan agenda sidang mendengarkan tanggapan dan atau jawaban terlapor terhadap tudingan pelapor. 

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar