#viruscorona#viruskorona#kesehatan#beritalampung#pilkada

Bawaslu Bandar Lampung Nonaktifkan 346 Petugas Adhoc

( kata)
Bawaslu Bandar Lampung Nonaktifkan 346 Petugas Adhoc
Foto: Dok

Bandar Lampung(Lampost.co): Akibat dampak pendemi virus korona atau Covid-19, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Bandar Lampung menonaktifkan sementara 186 Panwascam dan Panwaslu kelurahan serta 160 orang kesektariatan pada Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwakot) Bandar Lampung September 2020 mendatang. Mereka dinonaktifkan sementara terhitung 31 Maret 2020.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampost.co, penonaktifan pengawas adhoc itu berdasarkan Surat Edaran Bawaslu RI Nomor 0255/K.Bawaslu/TU.00.01/III/2020 tentang Pemberhentian Sementara Panwaslu Kecamatan serta Panwaslu Kelurahan/Desa.

Ketua Bawaslu Bandar Lampung Candra Wansah membenarkan bila ada 346 penonaktifan sementara bagi badan penyelenggara adhoc, yakni Panitia Pengawas Pemiliu (Panwaslu) Kecamatan, Panwaslu Sesa serta Kesekretariatan Kecamatan. 

"Sesuai dengan surat edaran Bawaslu RI sebagai regulator di jajaran Bawaslu dan ditindaklanjuti oleh Bawaslu provinsi, dan Bawaslu kabupaten/kota se-Indonesia. Terhitung sejak 31 Maret, seluruh Panwascam dan staf dinonaktifkan," ujarnya kepada Lampost.co, Minggu, 29 Maret 2020.

Penonaktifan itu, kata dia, dikarenakan beberapa tahapan Pilkada ditunda oleh KPU yang disebabkan oleh merebaknya virus korona yang semakin meresahkan masyarakat hingga perlu di putus mata rantai penyebaran di Tanah Air.

"Dengan dinonaktifkannya seluruh pengawas adhoc, secara otomatis honorium meraka akan diberhentikan sementara. Sebab, sistem honor mereka merupakan anggaran berbasis kinerja," ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Divisi SDMO Bawaslu Bandar Lampung M Asep Setiawan mengatakan setidak ada 186 anggota Panwascam dan Panwaslu serta 169 Kesekratriatan yang dinonaktifkan sementara. 

"Mereka akan diaktifkan kembali dalam menjalankan tugas dan fungsinya hingga batas yang belum ditentukan, menunggu petunjuk lebih lanjut dari Bawaslu RI," ujarnya.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar