#pilkada#beritalampung#beritametro

Batas Dana Kampanye Pilkada Metro Rp8 Miliar

( kata)
Batas Dana Kampanye Pilkada Metro Rp8 Miliar
Komisioner KPU Kota Metro Nova Hadiyanto. Lampost.co/Bambang Pamungkas

Metro (Lampost.co): Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Metro telah membuat kesepakatan pembatasan pengeluaran dana kampanye Rp8.096.519.800.

Sesuai dengan pembatasan pengeluaran dana kampanye pemilihan wali kota dan wakil wali kota Metro Tahun 2020 yang telah ditandatangani lima komisioner KPU Kota Metro dan keempat liaison officer (LO) setiap pasangan calon yang telah ditetapkan sebagai calon wali kota dan wakil wali Kota Metro diwajibkan untuk membuka rekening khusus dana kampanye. Rekening khusus dana kampanye itu dibuka paling lambat sehari setelah penetapan.

Komisioner KPU Kota Metro Divisi Hukum dan Pengawas, Nova Hadiyanto, mengatakan bagi pasangan yang kemarin telah ditetapkan sebagai paslon diwajibkan untuk membuka rekening khusus dana kampanye.

"Rekening khusus dana kampanye itu dibuka paling lambat sehari setelah penetapan, artinya kemarin kan sudah harus dibuka dan Penyampaian nya itu dilaksanakan tanggal 25 September 2020," kata dia, Senin, 28 September 2020.

Dia menambahkan rekening khusus dana kampanye ini diperuntukkan guna kegiatan dalam masa kampanye. Rekening khusus dana kampanye juga memiliki kode khusus sehingga mudah ditelusuri oleh lembaga yang berwenang dibidang penelusuran keuangan.

"Rekening khusus ini dibuka dalam rangka melaksanakan tahapan kampanye, jadi bukan untuk kegiatan diluar kampanye. Rekening ini juga terpisah dari rekening pribadi calon itu sendiri. Sehingga disebut rekening khusus dana kampanye pasangan calon, dimana terdapat kode khusus," tambahnya.

Dia menjelaskan, kegunaan dari dana kampanye ini yang dipergunakan untuk kampanye sampai batas kampanye berakhir.

"Itu di gunakan selama masa kampanye berlangsung, dan berakhir pada 5 Desember mendatang. Jadi itu dana maksimal yang wajib mereka gunakan selama kampanye," ujar dia.

Hasil penerimaan laporan awal dana kampanye (LADK) peserta pemilihan wali kota dan wakil wali kota Metro tahun 2020.

Berdasarkan tanda terima dan berita acara penerimaan LADK, KPU Kota Metro menyampaikan hasil laporan tersebut. Untuk pasangan Wahdi-Qomaru sebesar Rp501.000.000, pasangan Mufti-Saleh sebesar Rp50.000.000, pasangan Ampian-Rudy sebesar Rp250.000.000, sedangkan untuk pasangan Anna-Fritz sebesar Rp100.000.000

Laporan dana kampanye dibagi menjadi tiga tahap, yang pertama laporan awal yang berisi tentang dana awal yang mereka punya untuk kampanye, kemudian laporan penerimaan sumbangan dana kampanye (LPSDK) untuk siapa saja pihak uang akan menyumbang hingga 31 Oktober, kemudian laporan penerimaan dan pengeluaran dana kampanye (LPPDK) ini dilaporkan sehari setelah masa kampanye berakhir atau 6 Desember 2020.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar