jalanlamsel

Baru Sepekan, Jalan Rabat Beton Sindangsari-Fajarbakti Retak

( kata)
Baru Sepekan, Jalan Rabat Beton Sindangsari-Fajarbakti Retak
Lampost.co/Armansyah


Kalianda (Lampost.co) -- Pembangunan jalan rabat beton di Dusun Sindangsari - Dusun Fajarbakti, Desa Baktirasa, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan, disayangkan sejumlah masyarakat setempat. Sebab, pembangunan jalan yang baru rampung sekitar satu pekan terakhir sudah retak-retak. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampost.co, pembangunan jalan rabat beton tersebut dianggarkan sebesar Rp435,6 juta yang bersumber dari APBD Lamsel 2020. Dimana, proyek dengan nomor kontrak 10/KTR/TMR-BM.IV/APBD/DPUPR-LS/2020 itu dikerjakan oleh CV. Sesakaiyan.

Salah satu tokoh pemuda setempat, Wawan Harmoko mengatakan pihaknya menyayangkan jalan rabat beton di dusun setempat telah retak-retak. Padahal, pembangunan jalan itu baru selesai dibangun sekitar satu pekan lalu. 

"Ya, kami selaku masyarakat disini sangat menyayangkan baru selesai kok sudah ada yang retak-retak. Bukan retak-retak, tapi patah. Kalah dengan pembangunan jalan rabat beton yang dibangun oleh desa," kata dia, Jum'at (6/11/2020).

Dia mengatakan seharusnya pembangunan jalan rabat beton itu harus maksimal dan berkualitas. Sebab, ruas jalan lingkungan Dusun Sindangsari - Fajarbakti itu sering dilintasi kendaraan besar untuk mengangkut hasil pertanian. 

"Mana enggak dikasih berem atau timbunan tanah. Masyarakat yang nimbun berem bagian pinggirnya. Soalnya bahaya dan saat ini hanya bisa dilintasi satu kendaraan mobil. Biasanya, bisa dua mobil melintas," kata dia. 

Meski sudah ditambal sulam, kata Wawan, masyarakat khawatir jalan rabat beton itu tidak bertahan lama seperti yang diharapkan. "Justru kami khawatir keretakan dan patahan jalan itu membuat badan jalan tidak awet," kata dia. 

Sementara itu, Kepala Desa Baktirasa, Iis Wahyudi membenarkan adanya keretakan disejumlah badan jalan rabat beton. Namun, hal itu sudah di tindaklanjuti oleh pihak kontraktor dengan tambal sulam dengan adukan semen. 

"Iya betul ada yang retak-retak. Tapi, katanya sudah sudah ditambal oleh pihak kontraktor. Memang masyarakat setempat menyayangkan kok baru dibangun sudah retak-retak," kata dia. 

Dia mengatakan jalan rabat beton itu hanya dibangun sepanjang 475 meter, lebar tiga meter dan ketebalan 0,15 meter. Pembangunan jalan itu dikerjakan oleh kontraktor dari Kecamatan Kalianda.

"Kami mau komplen gimana, enggak komplain gimana. Hasil pembangunannya jauh dari pembangunan jalan desa kami yang sama-sama rabat beton. Justru bangunan dari dana desa hingga saat ini belum ada yang retak-retak,"kata dia. 

Terpisah, Kepala UPTD Pelaksanaan Kontruksi dan Bangunan Kecamatan Sragi-Ketapang, Sukatmanto mengatakan keretakan dan patahan pada badan jalan itu dikarenakan faktor cuaca yang cukup panas. Namun, ia menjamin proyek itu cukup bagus. 

"Pembangunan jalan itu kalau enggak salah dikerjakan oleh adeknya salah satu anggota dewan. Terkait retak-retak dan patahan itu karena faktor cuaca yang panas saat proses pengerjaan," kata dia. 

Setiaji Bintang Pamungkas







Berita Terkait



Komentar