#jalanrusak#beritalamsel#perbaikanjalan

Baru Diperbaiki, Jalan Poros di Lamsel Rusak Lagi

( kata)
Baru Diperbaiki, Jalan Poros di Lamsel Rusak Lagi
Kondisi jalan poros di Lampung Selatan. Lampost.co/Aan Kridolaksono

Kalianda (Lampost.co): Sejumlah pengguna jalan bersama warga dari dua kecamatan di Kabupaten Lampung Selatan mengeluhkan kondisi ruas jalan poros yang menghubungkan jalan lintas Sumatera, Simpang Gayam, Kecamatan Penengahan dengan jalan lintas pantai timur, Simpanglima, Kecamatan Ketapang, kondisinya rusak parah. Padahal ruas jalan itu baru beberapa bulan diperbaiki dengan konstruksi tambal sulam. 

Dari data yang dihimpun Lampost.co, jalan provinsi sepanjang 2019 itu mendapat perbaikan sampai tiga kali. Sedangkan pada tahun ini kembali mendapat perbaikan. Namun, diduga pekerjaan yang tidak berkualitas dan tambal sulam membuat jalan cepat rusak.

Kerusakan banyak terjadi di jalan poros perbatasan antara Desa Tetaan, Kecamatan Penengahan dengan Desa Karangsari. Kecamatan Ketapang. Tepatnya di areal persawahan. Sedangkan di ruas Jalan Transcilacap, Desa Karangsari, dan Dusun Siringdalam, Desa Sri Pendowo, Kecamatan Ketapang kerusakan jalan lebih parah lagi. 

Putu, salah seorang warga Dusun Siringdalam mengatakan salah satu penyebab jalan cepat rusak karena tidak adanya saluran air, sehingga saat curah hujan tinggi air meluber ke jalan. 

Namun disatu sisi, lanjut dia, kualitas pekerjaan yang sangat rendah dan disertai dengan lemahnya pengawasan membuat pekerjaan tersebut asal jadi. 

"Sangat kami sayangkan perbaikan jalan utama penghuhung antara Jalinpantim Simpanglima yang menelan anggaran cukup besar itu tidak diimbangi dengan kualitas pekerjaan yang maksimal. Maka dalam hitungan bulan kondisi jalan sudah rusak dan berlubang," kata Putu, Rabu, 8 Juli 2020.

Hal senada diungkapkan Nyoman Subagio, pengguna jalan yang melintas setiap hari di jalan provinsi tersebut. 

"Sering diperbaiki tapi sering pula rusak. Hal ini menunjukkan kalau pekerjaannya tak berkualitas," ujarnya. 

Ia berharap pemerintah daerah melakukan pengawasan yang maksimal saat dilakukan perbaikan sehingga pekerjaan proyek jalan yang dilakukan pihak rekanan tidak asal-asalan. 

 “Saya berharap perbaikan yang akan datang lebih berkualitas sehingga umur jalan lebih lama lagi," ujar dia.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar