#jembatanambrol#infrastruktur

Baru Dibangun, TPT Sayap Jembatan Way Simah Ambrol

( kata)
Baru Dibangun, TPT Sayap Jembatan Way Simah Ambrol
Beberapa pekerja saat memperbaiki talut penahan tanah (TPT) Bagian Sayap Jembatan Way Simah di Desa Sukamulya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, yang ambrol, beberapa hari lalu. Lampost.co/Armansyah


Kalianda (Lampost.co)-- Talut penahan tanah (TPT) di bagian sayap jembatan Way Simah Desa Sukamulya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, mengalami ambrol. Padahal, proyek jembatan penghubung Desa Sukamulya—Tanjungsari tersebut baru dibangun.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampost.co, proyek pembangunan jembatan Way Simah itu menelan anggaran Rp1 miliar dari APBD 2019. Proyek itu dikerjakan CV Berkah Mandiri.

Menurut salah satu warga setempat yang enggan disebutkan namanya, menyayangkan pembangunan jembatan yang baru dibangun tapi sudah alami kerusakan. Ia menilai proyek tersebut kurang perencanaan sebelumnya.

"Sangat disayangkan. Baru dibangun kok TPT-nya sudah ambrol. Saya rasa proyek jembatan itu kurang dari sisi perencanaan. Seharusnya, peristiwa alam seperti ini sudah bisa diantisipasi," katanya.

Kepala Dusun Kediri, Desa Sukamulya, Tarmidi mengatakan hujan deras sejak pergantian tahun 2020 menyebabkan TPT jembatan Way Simah ambrol. Tanah timbunan pada bagian sayap jembatan longsor terbawa derasnya air dari darat.

"Ada empat titik yang ambrol. Tapi TPT yang paling parah hanya satu titik. Alhamdulillah, kalau bagian badan jembatannya masih kokoh. Mungkin karena bangunan baru langsung diterjang derasnya air dari darat," kata dia, Minggu, 5 Januari 2020.

Sementara itu, konsultan proyek jembatan Way Simah, Heriyanto mengatakan ambrolnya TPT pada bagian sayap itu dikarenakan faktor alam. Hujan deras yang terjadi hampir dua hari berturut-turut mengakibatkan tanah tepat pada TPT terbawa arus.

"Kami pastikan kalau pekerjaan tidak ada asal jadi. Hanya saja hujan deras itu menyebabkan TPT jembatan ambrol. Tapi, pihak rekanan sudah bertanggung jawab dan memperbaiki semua kerusakan," kata dia.

Pelaksana Poryek Jembatan Way Simah, Yaspan, mengatakan pihaknya bertanggung jawab atas ambrolnya TPT bagian sayap jembatan Way simah. Bahkan, pihaknya telah membuat saluran drainase pada sisi kiri dan kanan jembatan.

"Dalam gambar memang tidak ada saluran drainasenya sehingga ketika hujan deras tanah di sebelah TPT terbawa arus hingga ambrol. Kami akan bertanggung jawab penuh dalam memperbaiki bagian yang ambrol," ujarnya.

Menanggapi adanya jembatan retak di Palas, Komisi III DPRD Lampung Selatan Sulastiono menyatakan pihaknya akan segera turun ke lapangan untuk melihat kondisi bangunan jembatan yang baru selesai dikerjakan sudah rusak atau retak. "Itu artinya, pekerjaan pembangunan jembatan tersebut tidak sesuai bestek," ujar dia.

Menurut dia, telah turun melihat langsung kondisi hasil pekerjaan jembatan tersebut pihaknya akan memanggil rekanan. "Kami berharap rekanan dapat memperbaiki pekerjaanya yang tidak sesuai," katanya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) Lamsel Agustinus Oloan tidak dapat memberikan keterangan. Sebab, ketika dihubungi Lampost.co, kondisi ponsel dalam kondisi tidak aktif.

Muharram Candra Lugina







Berita Terkait



Komentar