#Infrastruktur#pantai

Baru Dibangun, Penahan Abrasi di Pantai Labuhan Jukung Rusak

( kata)
Baru Dibangun, Penahan Abrasi di Pantai Labuhan Jukung Rusak
Talud penahan abrasi pantai sepanjang 271 meter di Pantai Wisata Labuhan Jukung, Krui, Kecamatan Pesisir Tengah, tampak rusak. Lampost.co/Yon Fisoma


Krui (Lampost.co) -- Talud penahan abrasi pantai sepanjang 271 meter milik Dinas Pariwisata Kabupaten Pesisir Barat yang berada di Pantai Wisata Labuhan Jukung, Krui, Kecamatan Pesisir Tengah, mulai rusak.

Padahal, proyek senilai Rp1,8 miliar lebih yang bersumber dari  Dana Alokasi Khusus (DAK) 2020 ini baru saja selesai pada Desember kemarin. 

Proyek paket talud, rabat beton, dan GRC itu di kerjakan CV. Karya Agung Perdana yang beralamatkan di Kota Bandar Lampung. Pemenang tender ditunjuk melalui lelang yang dilaksanakan melalui Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pesisir Barat.

 Kepala Dinas Pariwisata Pesisir Barat Gunawan membenarkan bahwa telah terjadi kerusakan talud abrasi di Pantai Labuhan Jukung. Dia mengeklaim kerusakan proyek miliaran ini disebakan faktor alam.

"Wajar jika bangunan ini mulai terkikis dikarenakan cuaca yang tidak menentu," kata dia, Minggu, 31 Januari 2021.  

Ia menambahkan, kerusakan yang terjadi sudah dilaporkan kepada pihak rekanan, melalui surat tertulis.

"Pekerjaan ini masih dalam masa pemeliharaan dan merupakan tanggung jawab rekanan," ujar Gunawan.

Pengawas lapangan pelaksanaan proyek pembangunan talud penahan abrasi Pantai Labuhan Jukung, Dedi mengatakan rekanan bertanggung jawab atas kerusakan tersebut. Pihaknya akan melakukan perbaikan atas kerusakan yang terjadi pada masa akhir pemeliharaan proyek itu. 

"Bakal diperbaiki, dari PHO ( (Provisional Hand Over/Serah terima sementara pekerjaan) kan ada masa pemeliharaan. Sekitar dua minggu lagi setelah masa retensi (pemeliharaan proyek) habis akan kami kerjakan perbaikan.  Masa pemeliharaan berakhir sekitar  bulan enam atau bulan tujuh tahun 2021," kata Dedi. 

Dedi juga membantah jika kerusakan itu menandakan kualitas pelaksanaan proyek pembangunan talud tersebut tidak sesuai dengan aturan. 

"Ya itukan faktor alam," kata dia. 

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar