#tertinggal#korea#nasional

Bappenas : Indonesia Tertinggal Jauh dari Korea

( kata)
Bappenas : Indonesia Tertinggal Jauh dari Korea
Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro. MI/Adam Dwi.

Jakarta (Lampost.co): Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan Indonesia tertinggal jauh dari Korea yang kini sudah menjadi negara maju. Bambang bercerita Indonesia dan Korea di tahun 50-an sama-sama menjadi negara termiskin di Asia. Pada tahun 70-an, Korea berhasil menaikkan level negaranya menjadi lower middle income country. Sedangkan Indonesia masih berada di posisi lower income country.
 
Di tahun 90-an, Korea bahkan telah masuk sebagai negara maju. Sementara Indonesia baru melangkah ke low middle income country. Padahal, Indonesia punya kekayaan sumber daya alam (SDA) yang sangat melimpah yang tidak dimiliki Korea. Kekayaan SDA tersebut membuat Indonesia terlalu mengandalkan komoditas sebagai motor pertumbuhan ekonomi.
 
"Mereka tidak punya SDA. Sehingga akhirnya mereka menggunakan SDM (Sumber Daya Manusia) untuk bangkit. Itulah yang membuat Korea berbeda," kata Bambang di Ritz Carlton Kuningan, Kamis, 19 September 2019.


Oleh karenanya, pemerintah bertekad lima tahun mendatang untuk menjadikan penguatan SDM menjadi salah satu fokus prioritas yang dilakukan. Bambang mengatakan pemerintah akan membenahi SDM mulai dari usia di dalam kandungan hingga usia kerja.
 
Bambang menjelaskan perlunya memikirkan kualitas SDM sejak di dalam masa kandungan. Sebab, apabila calon anak yang masih di dalam kandungan terkena stunting atau gizi buruk maka akan berdampaknya bisa berpengaruh hingga di masa depan.
 
Ia menyebutkan 30 persen atau 1/3 balita di Indonesia mengalami stunting. Stunting pun terjadi di seluruh daerah bahkan di DKI Jakarta yang dinilai kotanya sudah sangat maju.
 
"Sekali dia terkena stunting enggak bisa diatasi, enggak bisa jadi anak yang normal. Dia akan sulit mengikuti pendidikan, kalaupun mengenyam pendidikan maka ketika masuk pasar kerja akan kalah bersaing. Kalaupun bekerja maka dengan upah yang rendah dan rentan masuk kelompok miskin. Ini akan menciptakan masalah baru," tutur Bambang.
 
Selain itu, lanjut Bambang, Indonesia juga sudah harus bersaing di era revolusi industri 4.0 untuk bisa menciptakan pertumbuhan yang lebih berkualitas. SDM Indonesia harus dibekali dengan keterampilan yang tidak dimiliki sebelumnya.
 
"Jadi saatnya Indonesia bergantung pada SDM. Saatnya menatap masa depan menjadikan Indonesia menata pertumbuhannya," jelas dia.
 

Medcom.id

Berita Terkait

Komentar