#kriminal#anakcurimobil#penangguhan#beritalampung

Bapas Usahakan 4 Siswa SMP Pencuri Mobil Tidak Dipidana

( kata)
Bapas Usahakan 4 Siswa SMP Pencuri Mobil Tidak Dipidana
Ilustrasi. (Dok.Googel Image)

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Balai Pemasyarakatan Anak Bandar Lampung, akan segera melakukan pendampingan hukum kepada 4 anak SMP swasta di Bandar Lampung, yang menjadi tersangka di Polsek Tanjungkarang Barat (TkB) terkait pencurian kendaraan roda empat, beberapa waktu lalu.

Kepala Bapas Anak Bandar Lampung, Oke Rahmawati, mengatakan pihaknya telah mengetahui adanya perkara tersebut.

"Kalau dokumen atau surat permintaan Pendampingan, sih belum, cuma tadi sore ada berkas salah satu tersangka dari Polsek TkB yang masuk pas sore. Tapi secara prosedural ya pasti wajib kita dampingi, kemungkinan Senin bakal kita kroscek," ujarnya kepada Lampost.co, Jumat (31/8/2018).

Nantinya, selain melakukan pendampingan hukum, Bapas juga akan melakukan penelitian dan Pemeriksaan psikologis. Apa yang menyebabkan keempatnya nekat mencuri, apa sudah terbiasa, atau iseng, bahkan ada tekanan dari pihak tertentu. "Ya mereka kan anak berhadapan dengan hukum (ABH), ya kita kaji," katanya.

Tetapi dalam perkara pidana anak, diharapakan penyidik mengedepankan asas Restorative Justice, dan bisa dilakukan diversi, dengan menggunakan upaya non litigasi seperti perdamaian.

"Pada intinya anak bukan tempatnya di penjara, kita mencoba menjauhkan anak dari Pidana, tapi tetap dengan mengedapankan proses hukum, saya juga sependapat dengan tidak ditahannya anak-anak tersebut," katanya.

Sementara, Kapolsek Tanjungkarang Barat Kompol Hapran mengatakan bahwa berkas perkara 4 pelajar tersebut yakni, HR (16), MR (13), DA (14) dan MA (14) akan segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Bandar Lampung, meski tidak dilakukan penahanan. 

Mereka ditangkap karena mencuri mobil Toyota Avanza BE 2850 YY milik Aprindo Sinta Nala, yang diparkirkan di halaman kampus PGSD Unial, jalan Panglima Polim, Kelurahan Segala Mider, TkB pada Jumat (24/8/2018) siang, usai bermain PlayStation di rental milik korban.

"Pemeeiksan saksi , korban, tak sudah semua, tinggal porses pemberkasan. Karena, ada unsur 363 (red Pencurian), terpenuhi," ujarnya.
Hapran juga menjelaskan bahwa keempat anak tersebut akan mendapatkan pendamping hukum dalam perkara tersebut. 

 “Nanti para pelajar itu akan didampingi oleh Bapas atau lembaga-lembaga perlindungan anak,” katanya. 

Asrul Septian Malik

Berita Terkait

Komentar