#pasar#tera

Banyak Pedagang Ogah Tera Ulang Timbangan

( kata)
Banyak Pedagang Ogah Tera Ulang Timbangan
Ilustrasi. Antara Foto


Kalianda (Lampost.co) -- Tingkat kesadaran pedagang di Pasar Inpres Kalianda untuk melakukan tera ulang timbangan masih rendah. Hal ini terungkap dari hasil pelaksanaan sidang tera ulang yang dilakukan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Lampung Selatan.

"Iya, tidak ada setengahnya dari pedagang yang ikut tera dan tera ulang timbangannya. Padahal, tera ulang ini untuk memberikan perlindungan terhadap pembeli (konsumen)," ujar Kepala Bidang Kemetrologian Disperindag setempat A Zhuhri Okrobi Hakim, Selasa, 27 April 2021.

Baca juga: Dinas Perdagangan Gelar Sidang Tera di Pasar Inpres Kalianda

Menurut dia jika timbangan para pedagang telah ditera ulang tentunya bisa saling menguntungkan antara pedagang dan pembeli, karena tidak ada yang dirugikan. Bahkan, pembeli pun akan kembali datang jika timbangan pedagang kondisinya baik sesuai takaran.

"Oleh sebab itu, kami berharap para pedagang dapat ikut sidang tera dan tera ulang. Apalagi, biaya sidang tera dan tera ulang relatif kecil tidak sampai Rp10.000," katanya.

Hal senada dikatakan Irhamni, pegawai Disperindag setempat. Menurut dia, sidang tera dan tera ulang legal. Sebab, diatur dalam UU No.2 tahun 1981 tentang metrologi legal.

"Bahkan, penarikan retribusi dari tera dan tera ulang diatur dalam Perda Nomor 12/2017 tentang penyelenggaraan dan retribusi pelayanan tera dan tera ulang," tegasnya.

Irhamni mengatakan kedepan pihaknya bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol - PP) akan melakukan razia terhadap timbangan milik pedagang di pasar.

"Jika, kedapatan timbangan para pedagang tidak sesuai takaranya dan terkesan merugikan pembeli. Tentunya, timbangan tersebut akan kami sita untuk dilakukan tera ulang," katanya.

Winarko







Berita Terkait



Komentar