#beritalampung#beritabandarlampung#kriminal#ramadan

Banyak Mudaratnya, Kapolresta Bandar Lampung Tegas Larang `Saur on The Road`

( kata)
Banyak Mudaratnya, Kapolresta Bandar Lampung Tegas Larang `Saur on The Road`
Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Pol Ino Harianto. Dok/Polresta


Bandar Lampung (Lampost.co): Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Pol Ino Harianto menegaskan melarang `saur on the road` dan perang sarung selama Ramadan 1444 Hijriah karena dinilai banyak mudaratnya.

"Pada umumnya, saur on the road bukan menambah kekhusyukan selama ramadan, malah berakhir pada tawuran antarkomunitas. Jadi kami imbau untuk tidak dilaksanakan," ujarnya, Senin, 20 Maret 2023.

Selain itu, Ino juga mengimbau agar masyarakat tidak melakukan perang sarung baik sesudah salat tarawih ataupun jelang sahur. Menurutnya, perang sarung ini justru berubah menjadi sesuatu yang bernilai negatif dan menyimpang.

"Tidak ada tradisi saur on the road, perang sarung maupun balap liar, jika ada laporkan. Jika ada hal yang meresahkan dan mengganggu kamtibmas, kami akan tindak tegas," katanya.

Baca juga:  Bank Arta Kedaton Lampung Masih Dijaga Dua Polisi usai Perampokan

Ia pun menyarankan selama ramadan, masyarakat lebih baik melakukan aktivitas bersama keluarga. Polresta juga mengimbau agar masyarakat senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

"Lebih baik saur on the road diganti dengan acara sahur bersama di rumah atau yayasan. Supaya minim gesekan dengan komunitas lain. Hal itu lebih tepat," katanya.

Ino menegaskan para pelaku tawuran perang sarung dapat dijerat Pasal UU RI No 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76 C Pasal 80 ayat 1 dan 2, dan Pasal 170 KUHPidana tentang pengeroyokan dengan ancaman hukuman penjara diatas 5 tahun penjara.

"Selama ramadan, kami juga akan sosialisasi patroli mengimbau kepada masyarakat. Jika masyarakat mendapati atau melihat kejadian (perang sarung) tersebut, bisa melaporkan ke polisi atau menggunakan call center 110," katanya.

Dokumentasi Polresta Bandar Lampung

Adi Sunaryo








Berita Terkait



Komentar