#subsidi#inflasi

Bantuan Subsidi Transportasi Dinilai Bantu Stabilkan Inflasi

( kata)
Bantuan Subsidi Transportasi Dinilai Bantu Stabilkan Inflasi
Tarif kapal penyeberangan Bakauheni-Merak naik mulai 1 Oktober. Dok Lampost


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pengamat Ekonomi Universitas Lampung (Unila), Asrian Hendicaya, menilai bantuan subsidi transportasi yang dialokasikan Pemerintah Provinsi Lampung dapat membantu menstabilkan inflasi dampak dari kenaikan bahan bakar minyak (BBM).

Menurutnya, harga biaya transportasi angkutan barang khususnya pangan dapat mempengaruhi harga di pasar.

"Inflasi itu dampaknya kompleks. Bagi konsumen akan menurunkan daya beli sehingga kesejahteraan turun. Untuk membantu mereka maka harus ada kompensasi biaya menutup dampak kenaikan harga," kata Asrian, Jumat, 30 September 2022.

Menurutnya, subsidi itu untuk membantu beban ekonomi pelaku transportasi dan bukan menutup agar ongkos tidak naik.

Sebab, kenaikan BBM selalu berdampak pada ongkos, seperti nelayan hingga penggilingan padi. "Jadi kenaikan pangan tidak hanya dipengaruhi ongkos, tetapi juga operasional," kata dia.

Dia melanjutkan, kenaikan bahan baku lain akibat kenaikan BBM bersifat multiplier efek (efek ganda). "Ada pengaruh langsung, seperti ongkos dan operasional. Tapi juga ada yang tidak langsung, seperti bahan baku lainnya," jelas dia.

Menurutnya, subsidi menambah turunnya daya beli sehingga pengurangan permintaan bisa dikompensasi agar tidak terlalu dalam.

"Idealnya subsidi sama dengan pengurangan daya beli, namun sangat kompleks karena ada yang meliputi sektor pangan, seperti sembako, susu anak, sektor energi seperti listrik, gas dan BBM, sektor sandang seperti pameran anak-anak dan lansia hingga papan untuk air bersih," katanya.

Effran Kurniawan








Berita Terkait



Komentar