#Apeksi#UMKM

Bantuan Modal dan Akses Bank Sangat Dibutuhkan UMKM

( kata)
Bantuan Modal dan Akses Bank Sangat Dibutuhkan UMKM
Seminar Nasional Apeksi bertajuk Pemberdayaan UMKM melalui Transformasi Digital di Bandar Lampung. Lampost.co/Umar Robani


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) disebut sebagai pemicu pemulihan ekonomi. Namun, para pelaku UMKM mendapat sejumlah kesulitan dalam menjalankan dan membangun usahanya.


Dalam Seminar Nasional Apeksi bertajuk Pemberdayaan UMKM melalui Transformasi Digital, Wali Kota Solok, Zul Elfian menyebut, berdasarkan pengalamannya, para pelaku UMKM masih sulit mendapatkan bantuan dana. Hal itu karena sulitnya akses pinjaman di bank untuk permodalan.

Akses pinjaman modal ke bank masih membutuhkan agunan. Banyak masyarakat menengah ke bawah tidak memiliki aset untuk dijadikan jaminan pinjaman.

"Akhirnya masyarakat banyak terjebak pada pinjaman yang berbunga tinggi, ini perlu menjadi perhatian," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Asisten Deputi Bidang Manajemen Sumber Daya Manusia, Kementerian, BUMN, Andus Winarno mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai inisiatif dalam membangun UMKM. Salah satu fokus inisiasinya adalah bantuan permodalan usaha. Bank himbara berkomitmen untuk menyalurkan kur terutama bagi UMKM yang belum mendapatkan pinjaman.

Kemudian, terdapat kemudahan pinjaman bagi UMKM yang terdampak pandemi, hal itu dilakukan dengan restrukturisasi kredit 2,9 juta UMKM, subsidi bunga kepada 6,5 juta rekening.

"Ada juga program layanan permodalan berbasis kelompok yang diperuntukkan bagi perempuan prasejahtera pelaku usaha ultra mikro yang ingin memulai ataupun mengembangkan usaha," jelasnya.

Untuk membantu pemasaran produk, BUMN juga telah menjalani program Pasar Digital (PaDi) UMKM. Platform digital ini dapat memonitor kontribusi BUMN terhadap UMKM di seluruh Indonesia, meliputi gathering info Seller UMKM, enabler e-Commerce dengan mengintegrasikan Marketplace, B2B Store, menerima data hasil e Procurement BUMN.

"Platform ini memudahkan melakukan monitoring kontribusi BUMN belanja ke UMKM dan monitoring penyaluran fasilitas pembiayaan/permodalam UMKM," terangnya.

Winarko








Berita Terkait



Komentar