#apk

Bantuan APK Sangat Membantu Meretas Pandemi Korona

( kata)
Bantuan APK Sangat Membantu Meretas Pandemi Korona
Kepala Dinas Kesehatan Lampung sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Lampung, Reihana. Lampost.co/Triyadi Isworo


Bandar Lampung (Lampost.co) – Alat pelindung diri (APK) sangat diperlukan, terutama para petugas medis di rumah sakit yang sedang menangani pasien sebagai garda terdepan kesehatan dalam pencegahan penyebaran virus korona (covid-19). Uluran tangan diperlukan dari semua pihak untuk bahu-membahu meretas wabah pandemi tersebut.

"Alhamdulillah kami mendapatkan bantuan 2.000 APD dari pemerintah pusat. Sebelumnya, kami juga mendapat bantuan 60 APD dari seorang pengusaha melalui Polda yang sudah disalurkan kepada petugas. Ada beberapa pihak juga menghubungi saya yang mau membantu, kita tunggu saja. Ayo bahu-membahu meretas wabah ini," kata Kepala Dinas Kesehatan Lampung sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Lampung, Reihana di Markas Korem 043/Garuda Hitam, Jalan Teuku Umar, Bandar Lampung, Kamis, 26 Maret 2020.

Dia menjelaskan kebutuhan APD tersebut tidak bisa diprediksi, kapan pun selalu dibutuhkan petugas kesehatan. Apalagi di Lampung terdapat 78 rumah sakit, sementara yang direkomendasi untuk rujukan covid-19 ada 30 rumah sakit baik negeri maupun swasta yang tersebar di 15 kabupaten/kota di Lampung.

"Dalam situasi pendemi seperti ini, yang terpenting di rumah sakit disiapkan tempat tidur karena jangan sampai saat PDP bertambah kita enggak punya tempat tidur. Kemudian rumah sakit tersebut mempunyai alat bantu pernapasan atau ventilator, punya ruang isolasi, dan punya dokter paru," katanya.

Terkait pasien covid-19, pihaknya telah melakukan perawatan pasien dalam pengawasan (PDP) sesuai dengan protap penangan. Sebenarnya ada 18 PDP, tetapi 3 negatif. Jadi tinggal 15 PDP termasuk yang baru ini dan semuanya sudah dirawat dengan protap covid-19.

“Alhamdulillah dokter kita cermat dalam mem-PDP-kan pasien tersebut. Dari awal memang sudah menerapkan protap covid-19. Tapi baru hari ini hasil laboratoriumnya keluar. Mari berdoa agar situasi keadaan pasien bisa survive,” ujarnya.

Reihana menjelaskan ketiga pasien yang positif korna tidak ada yang transmisi lokal, semuanya memiliki kontak dengan orang luar. “Pasien satu kontak di Bogor, pasien dua kontak di Yogyakarta, dan pasien tiga kontak dengan orang asing yang dibawa. Alhamdulillah semuanya sudah dari awal menggunakan tata laksana protap covid-19,” katanya.

Muharram Candra Lugina







Berita Terkait



Komentar