BantuanbansosPilkada

Bansos Dianggap Rentan Jadi Alat Kampanye

( kata)
Bansos Dianggap Rentan Jadi Alat Kampanye
Warga yang tergabung dalam Masyarakat Pendukung Demokrasi beraksi unjuk rasa di Gladak, Solo, Jawa Tengah, Rabu, 5 Agustus 2020. Foto: Antara/Mohammad Ayudha


Jakarta (Lampost.co) -- Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Fritz Edward Siregar menilai dana bantuan sosial (bansos) terkait covid-19 rentan disalahgunakan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020. Bansos berpotensi digunakan sebagai alat kampanye.

"Hubungan bansos dengan anggaran untuk disampaikan dalam laporan dana kampanye. Ini bisa jadi potensi juga, rentan sekali," ujar Fritz dalam keterangan pers, Kamis, 20 Agustus 2020.

Menurut dia, potensi pelanggaran lainnya juga dikhawatirkan terjadi pada penggunaan anggaran corporate social responsibility (CSR). Bawaslu akan menyelisik motif di balik CSR memuat dukungan salah satu pasangan calon (paslon) atau tidak. Hal itu menjadi masalah ketika paslon tidak melaporkan sumber dana tersebut.

Kemudian sumber dana tidak dimasukkan ke dalam rekening khusus dana kampanye. Terkait rekening khusus dana kampanye, potensi pelanggaran terjadi pada lonjakan rekening pribadi paslon.

Hal ini bisa ditelusuri dengan menghubungkan antara akun rekening pribadi paslon dan rekening khusus kampanyenya. Bawaslu pernah menemukan sumber dana kampanye dengan identitas penyumbang tak jelas.

Bahkan, hal itu dilakukan dengan memecah sumbangan besar dalam nominal kecil dengan waktu yang berdekatan dan nominal yang sama.

"Potensi yang terlihat jelas adalah penerimaan dan pengeluaran dana kampanye yang tidak tercatat di rekening khusus dana kampanye," ucap Fritz.

Fritz menerangkan sanksi yang dapat dikenakan berupa administratif dan pidana bila paslon melakukan pelanggaran tersebut. Sanksi administratif dinilai lebih efektif untuk dikenakan kepada paslon.

"Sanksi administratif lebih berdampak besar karena bersifat membatalkan. Proses pembuktiannya juga tidak serumit pembuktian sanksi pidana," ujar Fritz.

Winarko







Berita Terkait



Komentar