#banklampung#saham

Bank Lampung Dituntut Naikkan Modal Inti di Atas Rp3 Triliun

( kata)
Bank Lampung Dituntut Naikkan Modal Inti di Atas Rp3 Triliun
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dalam kegiatan Roadshow Kemendagri, di Ballrom Hotel Novotel, Bandar Lampung, Kamis, 10 Juni 2021. Lampost.co/Atika Oktaria


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengajak seluruh pimpinan daerah, pemegang saham, dan seluruh pemangku kepentingan agar meningkatkan modal inti Bank Lampung menjadi Rp3 triliun di tahun 2024 agar sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Menurutnya, Bank Lampung adalah perusahaan milik warga Lampung yang didirikan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dari sektor jasa perbankan. Di sisi lain, Bank Lampung juga diharapkan dapat memberikan kontribusi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Tentunya kita semua sebagai pemilik dari Bank Lampung menginginkan bank ini dapat memaksimalkan fungsinya sebagai lembaga intermediasi dan menjadi salah satu sumber pembiayaan bagi dunia usaha, baik berupa investasi dan produksi, dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi," katanya dalam kegiatan Roadshow Kemendagri, di Ballrom Hotel Novotel, Bandar Lampung, Kamis, 10 Juni 2021.

Baca: Gubernur Minta Direksi Profesional demi Memajukan PT Bank Lampung

 

Kewajiban bank dalam memenuhi modal inti sebesar Rp3 Triliun dibatasi paling lambat 31 Desember 2024.

"Untuk itu, saya selaku Pemegang Saham Pengendali (PSP) mengimbau seluruh pimpinan daerah dan orgnisasi perangkat daerah (OPD) agar bersungguh-sungguh mendukung pemenuhan setoran modal tersebut," katanya.

Ia juga mengharapkan dukungan dan peran dari DPRD provinsi/kabupaten/kota se-Provinsi Lampung dan komisi yang membidangi keuangan dan anggaran untuk berkenan membantu Bank Lampung dalam hal penambahan penyertaan modal daerah ke dalam modal saham. 

Dalam kesempatan yang sama, Direktur BUMD, BLUD, dan BMD Kemendagri Budi Santosa mengatakan bahwa pihaknya terus mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan modal inti Bank Pembangunan Daerah (BPD)  menjadi di atas Rp3 triliun agar memenuhi ketentuan OJK.

Dirinya mengungkapkan bahwa modal inti Bank Lampung masih bisa ditingkatkan dengan dukungan seluruh pemegang saham dan pemangku kepentingan.

"Untuk itu, seluruh pihak harus bersama-sama berkomitmen dalam meningkatkan modal inti Bank Lampung," jelasnya.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar