#Infrastruktur#bank#bungabank

Bank Diminta Turunkan Suku Bunga Proyek Infrastruktur

( kata)
Bank Diminta Turunkan Suku Bunga Proyek Infrastruktur
Ilustrasi. Antara/Galih Pradipta


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Proyek infrastruktur menjadi salah satu program andalan pemerintah pada 2021. Ini tercermin dari meningkatnya anggaran untuk Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada 2021 menjadi Rp417.8 triliun.

Anggaran tersebut akan digunakan untuk melanjutkan pembangunan proyek infrstruktur prioritas yang tertunda di 2020 karena pandemi. Pemerintah juga meningkatkan porsi pembangunan infrastruktur berbasis padat karya agar mampu menyerap tenaga kerja.

Namun, suku bunga bagi sektor infrastruktur berkisar 9%-10%. Menurut peneliti di Center of Reform on Economics (CORE), Fathya Nirmala Hanoum, tingkat suku bunga ini, jika dibandingkan dengan suku bunga yang diterapkan di sektor lain, masih dalam level rata-rata. 

Hanya saja, karena Bank Indonesia sudah menurunkan suku bunga acuan hingga level 3,5 %, tingkat suku bunga sektor infrastruktur terbilang tinggi.

"Akan tetapi suku bunga kredit yang diberikan perbankan masih cukup tinggi mengingat Bank Indonesia telah menurunkan suku bunga acuannya hingga level 3,5 persen di Februari 2021," ungkap Fathya, Rabu, 17 Maret 2021.  

Fathya mengusulkan proyek infrastruktur diberikan bunga spesial.

"Pemberian bunga spesial untuk proyek infrastruktur dapat membawa angin segar dan dan berperan penting dalam mendorong jalannya pembangunan infrastruktur. Ini juga akan membuat sektor riil  berjalan mendorong laju ekonomi di tahun 2021," katanya.

Pemberian bunga spesial  berada di tangan perbankan yang  memberikan dana secara langsung pada perusahaan-perusahaan konstruksi dengan arahan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Penentuan tingkat suku bunga pasti memperhatikan kondisi ekonomi ke depan dan kondisi lapangan, sejauh mana satu proyek infrastruktur dapat berjalan baik.

"Perbankan semestinya optimistis bahwa permintaan kredit konstruksi tahun ini akan lebih tinggi dari tahun lalu karena pembangunan infrastruktur masih menjadi fokus pemerintah pada tahun 202," tutur dia. 

Pembangunan infrastruktur merupakan proyek jangka panjang yang dalam tahapan awal perusahaan yang menggelutinya akan "berdarah-darah" dalam mencari pembiayaan. Hasil pengamatan menunjukkan perusahaan-perusahaan kontraktor net profitnya ternyata hanya 3%-4% dan itu perlu strategi untuk bisa mendapatnya.  

Jika bank memberi pinjaman dengan bunga sampai 10%,  itu pasti sangat memberatkan kontraktor. Di beberapa negara, seperti Tiongkok, infrastrukturnya maju dan kontraktornya sehat karena didukung bank khusus infrastruktur dengan bunga terjangkau

Oleh karena itu, Fathya berharap perbanlan menurunkan suku bunga proyek infrastruktur.

"Perbankan sebagai salah satu sumber pembiayaan menjadi garda depan di tahun ini. Namun, diharapkan tingkat suku bunga yang dipatok dalam proyek-proyek infrastruktur tidak terlalu tinggi karena berdampak pada high cost economy akibat tingginya ongkos pembiayaan proyek tersebut," pungkas Fathya.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar