#banjir#bandarlampung

Banjir Rob, Pelajar Nekat Seberangi Jembatan Pulau Pasaran

( kata)
Banjir Rob, Pelajar Nekat Seberangi Jembatan Pulau Pasaran
Suasana di Pulau Pasaran akibat banjir rob, Senin, 16 Mei 2022. (Lampost.co/Salda Andala)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sejumlah warga di Pulau Pasaran, Telukbetung Barat, Bandar Lampung mulai terdampak banjir rob. Bahkan, jembatan penghubung menuju Pulau Pasaran terendam dan aktivitas warga sempat terhenti total.


Warga setempat, Budi (38), mengatakan banjir rob terjadi sejak tiga hari lalu mulai pukul 06.00 WIB sampai pukul 09.00 WIB dan sore pukul 18.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB.

"Aktivitas mati total beberapa jam menunggu surut baru bisa bergerak kembali "katanya di lokasi, Senin, 16 Mei 2022.

Budi melanjutkan, akibat banjir rob yang beberapa hari ini sudah terjadi anak-anak terpaksa tidak sekolah. Bahkan, sebagian anak mereka memaksa untuk melewati jembatan yang berbahaya melalui tiang jembatan.

"Ada yang enggak sekolah, ada anak-anak yang nekat lewat tiang itu demi bisa sekolah. Padahal, risikonya tinggi kalau jatuh," ujar dia. 

Budi melanjutkan, sebagian warga yang rumahnya di dataran rendah Pulau Pasaran sangat terdampak banjir rob hingga masuk ke dalam rumah. Mereka mulai membereskan perabotan rumah agar tidak terendam banjir.

"Kalau saya kursi dan lainnya saya angkat ke dataran tinggi, ada barang-barang yang tidak boleh kena air diungsikan sementara di jam-jam itu oleh warga"katanya.

Pedagang manisan itu mengaku, tidak heran dan kaget mengenai banjir rob ini karena setiap tahun selalu terjadi.

"Iya kalau orangnya mampu rumahnya ditinggikan sedikit. Kalau yang tidak mampu yang begitu beres-beres perabotan rumah biar gak kena banjir," ujar Budi. 

Diberitakan sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Maritim Panjang, mengeluarkan peringatan waspada banjir rob yang akan terjadi sepekan ke depan di Pesisir Bandar Lampung.  Meski demikian, salah satu nelayan di TPI Lempasing terlihat sedang mempersiapkan kapal dan tetap melaut untuk menangkap ikan.

"Kami kalau rob masih tetap melaut, karena tidak berpengaruh dengan hasil tangkapan," kata Aweng, di lokasi, Bandar Lampung, Senin, 16 Mei 2022. 

 

Wandi Barboy








Berita Terkait



Komentar