#rob#banjir

Banjir Rob hingga 1,5 Meter Ancam Lampung, Ini Puncaknya

( kata)
Banjir Rob hingga 1,5 Meter Ancam Lampung, Ini Puncaknya
Rumah warga terdampak banjir rob di pesisir Bandar Lampung. MTVL/Putri Purnama


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Panjang memprediksi banjir rob masih akan kembali terjadi di hampir seluruh perairan Lampung. Warga diminta waspada potensi air laut pasang mencapai ketinggian maksimal 1,5 meter pada puncaknya, 23 November mendatang.

“Mulai hari ini air laut sudah naik, dan nanti puncak rob itu dengan air pasang bisa mencapai 1,5 meter pada 23 November malam,” kata Neneng Kusrini, Forecaster BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Panjang, Jumat, 19 November 2021.

Baca juga: Banjir Rob Kembali Rendam Permukiman dan Puluhan Hektare Tambak di Kualajaya

Neneng mengatakan bahwa warga yang tinggal di sekitar pesisir Lampung harus lebih waspada, karena banjir rob yang disebabkan pasangnya air laut kali ini bertepatan dengan musim penghujan.

“Banjir rob memang siklus tahunan, tapi untuk saat ini warga yang tinggal di pinggir-pinggir laut harus lebih siaga karena selain rob, Lampung juga dihantui dengan banjir,” ujarnya.

Menurut Neneng hingga saat ini BMKG Lampung belum menerima laporan mengenai kerusakan dan korban yang diakibatkan oleh fenomena banjir rob. Namun pihaknya terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) provinsi Lampung mengenai penanganan dan pencegahan hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

“Untuk saat ini tidak ada laporan kerusakan, tapi kami bersama BPBD Lampung memantau daerah-darrah yang cukup terdampak seperti Labuan Maringgai, Kalianda, dan Tanggamus,” katanya.

Banjir rob jika dilihat dari data BMKG Lampung, terjadi setiap tahun dan selalu mengalami kenaikan ketinggian air. Hal itu menurut Neneng merupakan salah satu akibat yang harus diterima karena pembangunan-pembangunan yang tidak memperhatikan kondisi alam sekitar.

“Penurunan kontur tanah akubat pembangunan di sekitar tepi pantai dan perumahan yang dibangun diatas lahan resapan hijau menjadi salah satu faktor air laut pasang semakin tinggi. Kalau faktor alam juga ada, yaitu rotasi bulan,” ujarnya.

Untuk itu, BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Panjang secara rutin setiap harinya memberikan informasi-informasi kepada masyarakat khususnya para nelayan, mengenai ketinggian gelombang, kecepatan angin hingga potensi curah hujan baik melalui media sosial maupun secara langsung.

“Kami punya media sosial dan juga laman resmi yang selalu memberikan update real time mengenai kondisi cuaca, kecepatan angin, tinggi gelombang dan informasi lainnya. Jadi masyarakat bisa mendapatkan informasi dalam satu kali klik,” ujarnya.

Winarko






Berita Terkait



Komentar