#beritalampung#beritalambar#bencana

Bangunan Fasilitas Kebun Raya Liwa Amblas Usai Diguyur Hujan Deras

( kata)
Bangunan Fasilitas Kebun Raya Liwa Amblas Usai Diguyur Hujan Deras
Toilet gedung Kebun Raya Liwa (KRL) amblas akibat guyuran hujan Senin, 7 November 2022. Lampost.co/Eliyah


Liwa (Lampost.co): Hujan deras yang mengguyur wilayah Lampung Barat mengakibatkan beberapa lokasi gedung fasilitas di kawasan Kebun Raya Liwa (KRL) amblas, Senin, 7 November 2022, sore.

Kerusakan itu terjadi di sejumlah bangunan yakni terjadi pada pondasi bangunan, dinding gedung mengalami keretakan, dan toilet yang amblas. Kemudian talut penahan tanah juga mulai mengalami pergeseran karena tidak kuat menahan derasnya tumpahan air hujan.

Kondisi toilet yang biasa digunakan untuk pengunjung sudah rusak dan tidak bisa difungsikan lagi karena tanah dibagian bawah bangunan toiletnya sudah amblas hingga pipa pembuangan dibagian bawah bangunan toilet itu sudah terlihat.

Baca juga:  Longsor dan Pohon Tumbang Sempat Hentikan Arus Lalu Lintas Liwa-Ranau

Kemudian beberapa titik pondasi bangunan juga sudah terlepas dari penyangganya. Sekitar sepanjang 50 meter pondasi penyangga gedung juga terancam amblas.

Kepala UPTD Pengelolaan Kebun Raya Liwa Khoirul Ummur, mengaku kerusakan itu sebenarnya sudah mulai terjadi sejak dua minggu lalu akibat tingginya curah hujan belakangan ini.

Menurutnya, longsor disamping kiri bangunan gedung yang terdapat bangunan toilet itu terjadi setelah hujan deras. Namun kerusakan saat itu belum parah.

"Akan tetapi hujan deras hari ini menambah volume kerusakan hingga beberapa titik pondasi bangunan juga ikut rusak. Kemudian kerusakan pada fasilitas di taman hias akibat pergeseran tanah juga telah terjadi sejak dua minggu ini," kata dia.

Ia mengaku, saat kejadian awal pihaknya telah melaporkanya ke beberapa instansi terkait. Kemudian dengan adanya kejadian ini pihaknya juga akan segera menyampaikan laporan kembali.

"Saat kejadian pertama, kami sudah lapor ke Sekda yang ditembuskan ke Bappeda, BPKAD, BPBD serta ke DPRD dengan harapan ada penanganan segera," kata dia.

"Mengingat KRL ini merupakan kawasan wisata unggulan dan menyangkut kepentingan umum, maka kami berharap akan ada penanganan segera. Sebab jika tidak segera maka kerusakan akan semakin parah mengingat saat ini intensitas hujan masih tinggi," sambungnya.

Adi Sunaryo








Berita Terkait



Komentar