#covid-19lampung#beritalampung#LampungHealthSummit

Bangun Sinergi Menuju Endemi

( kata)
Bangun Sinergi Menuju Endemi
Lampung Health Summit Lampung Post, Kamis, 16 September 2021. Lampost.co/Zainuddin


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kepala Dinas Kesehatan Lampung Reihana mengatakan Covid-19 tidak bisa dihapus. Pandemi yang berlangsung saat ini hanya bisa diubah menjadi endemi.

Untuk mencapai endemik, vaksinasi harus mencapai minimal 70 persen dari total populasi untuk mencapai herd imunity. Kemudian ditemukan obat khusus untuk menangani dampak kesehatan virus.

"Virus itu selalu bermutasi tidak bisa dihapus, pandemi hanya bisa dirubah menjadi endemik," ungkapnya saat menjadi pembicara dalam Lampung Health Summit Lampung Post, Kamis, 16 September 2021.

Namun, upaya tersebut harus melibatkan semua pihak. Pemerintah menjalankan kewajiban untuk melakukan 3T dan masyarakat harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Upaya penanganan pandemi pemerintah mendapat dukungan dari berbagai pihak, salah satunya PT Nestle Indonesia. Kepala Pabrik PT Nestle Indonesia Pabrik Panjang Norman Tri Handono, mengatakan pihaknya juga mendukung program percepatan vaksinasi.

Ia mengungkapkan, PT Nestle Indonesia memberikan vaksin kepada para tenaga kerja melalui program vaksin gotong royong. Sebanyak 70 persen pegawai mendapatkan vaksin yang ditanggung perusahaan.

"Kami tidak bisa mengandalkan pemerintah, semua harus terlibat untuk keamanan bersama," kata dia.

Dukungan juga datang dari PT Pelni, yang meminjamkan Kapal KM Lawit untuk tempat Isolasi terpusat di Lampung. Direktur Utama PT Pelni Insan Purwarisya L. Tobing mengatakan, bantuan tersebut melihat di sejumlah daerah mengalami kekurangan tempat tidur isolasi.

Ia menjelaskan, sebagian kapal penumpang milik perusahaan tidak beroperasi karena pembatasan kegiatan masyarakat. "Jadi sudah ada sejumlah daerah yang menggunakan kapal kami sebagai tempat isolasi terpusat," tuturnya.

Bantuan juga datang dari PT Pupuk Sriwijaya Palembang. Meski bergerak di bidang pertanian Pusri juga memproduksi oksigen yang disalurkan ke sejumlah daerah termasuk Lampung saat terjadi peningkatan kasus Covid-19.

Direktur Utama PT Pusri Tri Wahyudi Saleh, total penyaluran hingga 12 September 2021 sebanyak 174 ton oksigen liquid tersalurkan. Untuk Lampung sebanyak 68 ton tersalurkan.

"Hampir 5 ribu tabung tersalurkan. Alhamdulillah kondisi saat ini sudah membaik dan distribusi tidak setinggi sebelumnya. Tapi, jika dibutuhkan kami akan salurkan," kata dia.

Sementara itu, Deputi Jenderal Manager Operasi IPC Panjang, Ferdi Hamonangan Harahap, mengatakan bantuan secara masif berupa sembako. Bantuan tersebut disalurkan kepada masyarakat khususnya di sekitar lingkungan perusahaan.

Bantuan juga disalurkan melalui pemerintah provinsi Lampung untuk masyarakat yang membutuhkan. Hal itu sebagai bentuk dukungan bagi keluarga yang mengalami kesulitan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

"Kita semua tahu, pandemi ini berdampak bagi semua sektor. Banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan dari baik dari pemerintah maupun stakeholder lain," jelasnya.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar