#vaksinasi#booster#bandara

Bandara Radin Inten II Lampung Buka Layanan Vaksin Booster Bagi Penumpang

( kata)
Bandara Radin Inten II Lampung Buka Layanan Vaksin Booster Bagi Penumpang
Bandara Radin Inten II Lampung. (Foto:Lampost/Putri Purnama)


Lampung Selatan (Lampost.co) -- Bandara Radin Inten II Lampung membuka layanan vaksinasi penguat atau booster, bagi calon penumpang yang hendak melakukan perjalanan udara. Vaksin itu tidak dipungut biaya, penumpang hanya diminta membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP).

"Sesuai dengan SE Kemenhub Nomor 70 Tahun 2022, ada beberapa pembaharuan aturan bagi pelaku perjalanan dalam negeri atau PPDN, salah satunya adalah booster yang berlaku sejak 17 Juli kemarin," kata EGM Bandara Radin Inten II Lampung, Muhammad Syahril, Senin, 18 Juli 2022.

Syahril mengatakan bagi calon penumpang yang hendak vaksin booster dapat menuju layanan vaksinasi yang berada di area selasar keberangkatan, dibuka sejak 07.00-14.30 WIB.

"Syaratnya bawa KTP dan minimal jarak vaksin kedua dan booster adalah 6 bulan. Tapi disana juga tidak hanya booster, kalau yang mau vaksin pertama atau kedua juga kami melayani," kata dia.

Tak hanya itu, bagi para calon penumpang yang belum melakukan test Covid-19 sebagai salah satu syarat perjalanan, Bandara Radin Inten II Lampung menyediakan layanan antigen dengan biaya Rp85 ribu.

"Bisa test antigen di Bandara, lokasinya bersebelahan dengan vaksinasi, kalau mau tes harus datang minimal 2 jam sebelum keberangkatan. Pembayaran tidak bisa tunai, hanya transfer atau menggunakan QRIS, bukanya dari jam 06.00-14.00 WIB," kata Syahril.

Berikut aturan terbaru bagi PPDN yang hendak melakukan perjalanan udara berdasarkan Surat Edaran (SE) Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 70 Tahun 2022,.

1. Bagi PPDN yang sudah booster, tidak wajib menunjukkan hasil negatif RT-PCR atau antigen, sedangkan yang belum booster wajib menunjukan.

2. Sementara itu bagi PPDN yang telah divaksin dua dosis, wajib menunjukan hasil negatif RT-PCR yang berlaku 3x24 jam atau RT-antigen yang berlaku 1x24 jam setelah pengambilan sampel. Bagi PPDN yang baru divaksin satu dosis, wajib menunjukan hasil negatif RT-PCR.

3. PPDN belum divaksin karena kondisi kesehatan, harus ada tambahan yaitu surat keterangan dokter.

4. Bagi PPDN usia 6-17 tahun syarat perjalanannya wajib menunjukan kartu atau sertifikat vaksin dosis kedua, tidak diwajibkan menunjukan hasil negatif RT-PCR atau antigen. Untuk anak dibawah usia 6 tahun ditambahkan dengan wajib didampingi saat melakukan perjalanan.

Sri Agustina








Berita Terkait



Komentar