#lampung#bandarlampung#sanitasi

Bandar Lampung Masih Jauh dari Sanitasi Aman

( kata)
Bandar Lampung Masih Jauh dari Sanitasi Aman
Sinkronisasi kegiatan sanitasi Kecamatan Telukbetung Selatan dan Kemiling, Kamis, 14 November 2019. Lampost.co/Umar Robani

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Bandar Lampung belum mampu mencapai angka sanitasi aman sehingga masih 0% pada 2019, padahal akses sanitasinya sudah layak. Belum tercapainya angka aman tersebut disebabkan instalasi pengolahan lumpur tinja (IPLT) yang buruk.

"Untuk akses sanitasinya layaknya sudah cukup yakni 11%. Namun, karena kondisi IPLT seperti sekarang tidak bisa dikatakan aman," ujar I Nyoman Suartana, urban sanitation specialist SNV Indonesia, dalam agenda sinkronisasi kegiatan sanitasi Kecamatan Telukbetung Selatan dan Kemiling, Kamis, 14 November 2019.

Dia mengungkapkan terdapat tiga kategori untuk disebut sanitasi aman. Katiga kategori tersebut, yakni memiliki jamban, memiliki septic tank, dan melakukan penyedotan berkala 3—5 tahun sekali.

"Melakukan penyedotan berkala ini juga kemudian dibuang ke IPLT. Namun, kondisi IPLT kita sedang buruk jadi angka aman sanitasi Bandar Lampung masih nol," katanya.

Ia harap terdapat peningkatan pada angka sanitasi Bandar Lampung sesuai target yakni 20% pada 2024. "Kegiatan ini sebagai jembatan antara kecamatan dan pemerintah kota agar bekerja sama menemukan solusi atas permasalahan ini," katanya.

Dia menambahkan berdasarkan data dapodik dari 254 sekolah dasar di Bandar Lampung, 14 di antaranya tidak memiliki akses jamban. "Data itu kami ambil dari data dapodik 2018 yang dikoleksi untuk 2019, ada 14 sekolah tak memiliki toilet," ujarnya.

Selain itu terdapat juga jamban yang rusak parah di 72 SD dan kondisi itu termasuk dalam sanitasi yang tidak aman bagi siswa. Padahal, persoalan sanitasi sangat dekat dengan masalah kesehatan.

Dia menambahkan untuk akses sanitasi lainnya juga terdapat persoalan. Yakni, terdapat 22 sekolah tak memiliki fasilitas cuci tangan pakai sabun. Sedangkan ada juga 64 sekolah tak menyediakan sabun pada fasilitas cuci tangan.

"Masalah sanitasi di sekolah ini sangat penting karena berhubungan langsung dengan siswa terlebih di sekolah dasar," kata dia.

Muharram Candra Lugina

Berita Terkait

Komentar