#akreditasi#humaniora#pendidikan

BAN/SM Latih 178 Asessor Soal Perubahan Penilaian Akreditasi Sekolah

( kata)
BAN/SM Latih 178 Asessor Soal Perubahan Penilaian Akreditasi Sekolah
Foto: Dok

Bandar Lampung (Lampost.co): Untuk mendapatkan informasi perinci tentang kondisi pendidikan, Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN S/M) kini mengubah paradigma penilaian. Sebelumnya penilaian berbasis compliance, kini berubah pada aspek performa.

Ketua BAN S/M Provinsi Lampung Karwono menjelaskan perubahan tersebut menuntut penguasaan kompetensi yang lebih luas dari asesor. Penilaian akreditasi oleh asesor diharapkan menjadi dasar pemerataan dan peningkatan mutu pendidikan.

"Penilaiannya berbeda sekarang ini. Maka para asesor juga mesti mendapat pembekalan terlebih dulu agar nantinya bisa menjalankan tugas dengan baik," ujarnya, Senin, 21 September 2020.

Sebanyak 178 orang asesor mengikuti pelatihan yang dibagi dalam 2 kelompok. Asesor dituntut menguasai Instrumen Akreditasi Satuan Pendidikan tahun 2020.

Perubahan aspek penilaian tersebut sesuai dengan kebutuhan pemetaan pendidikan yang dinamis. Pada paradigma penilaian baru tersebut, asesor akan memperhitungkan proses, kinerja, hingga  mutu lulusan, dan daya serap dunia kerja.

"Asesor harus punya pengetahuan komprehensif dan kemampuan visitasi akreditasi," kata Karwono.

Ia juga menambahkan, jumlah kuota sekolah/madrasah yang akan diakreditasi di Lampung sebanyak 160 lembaga. Jumlah tersebut jauh di bawah akumulasi sekolah/madrasah yang habis masa akreditasinya sebanyak 2.335 institusi.

Sekolah/madrasah yang masa akreditasinya habis dan belum mendapat kesempatan diakreditasi maka akan mendapat perpanjangan satu tahun. "Sekolah diimbau aktif memperbaharui data di Dapodik dan Sispena bagi madrasah," pungkasnya.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar