#afrika#balita#jantungbocor#rumahsinggah#beritalampung

Balita Penderita Jantung Bocor Asal Bandarjaya Butuh Uluran Tangan

( kata)
Balita Penderita Jantung Bocor Asal Bandarjaya Butuh Uluran Tangan
Afrika, balita yang alami jantung bocor butuh uluran tangan dari pemerintah. Lampost.co/Ahmad Amri


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Afrika, balita berumur 4 tahun 11 bulan adalah anak dari pasangan dari Lamirin (55) Sukini (45) warga Bandarjaya,Yukum Jaya,Lingkungan II,Terbanggi Besar, Lampung Tengah. Balita itu di diagnoasa mengalami jantung bocor bawaan dari lahir.


Kini kondisi Afrika tidak seperti balita seumurannya, dia hanya bisa berbaring dan duduk belum bisa berbicara. Selain jantung bocor Afrika juga di diagnoasa mengalami kelai nandown syndrome.


Kondisi Afrika tersebut membuat orang tuanya harus bolak balik ke RSUDAM bahkan sekarang sedang menjalani perawatan di RS Harapan Kita,  di Jakarta. Sementara kondisi orang tuanya hanya sebagai buruh.


"Tahunnya pas umur anak saya ini tiga bulan karena berat badannya enggak naik naik,  paling naik satu ones makanya di cek, ternyata ada kelainan pada jantung atau jantung bocor, "Lamirin saat di temui di Ru mah Singah,Bandar Lampung, pada Senin (12/08/2019).


Dia menjelaskan,dengan kondisinya yang bekerja sebagai buruh, sangat membutuhkan bantuan dari peme rintah,untuk biaya pengobatan anak nya tersebut,  sejauh ini belum ada perhatian khusus baik dari Dinkes maupun dari Pemkab Lampung Tengah.


"Sejauh ini belum ada bantuan dari pemerintah, bersyukur ada BPJS ya ng gratis dan bantuan dari rumah singgah,untuk berobat atau kontrol ke Jakarta, butuh biaya banyak teru tama buat nebus obat dan biaya se hari hari, "ujarnya.


Sementara itu,  Maida Ayu,selaku koordinator rumah singgah, peduli generasi Lampung,  mengatakan bahwa Afrika merupakan salah satu pa sien yang difasilitasi Rumah Singgah, sebagai pendamping selama pengobatan.


" Afrika memang sudah lama didampingi Yayasan Peduli Generasi Lampung,  untuk berobat,terutama jika mereka mau kontrol seperti ini. Ini mau kontrol ke Jakarta, karena ambulan jadwalnya berangkat hari Rabu, sementara pasien harus kontrol besok. Maka,  mereka ke Jakarta menggunakan angkutan umum," ujarnya.

Ahmad Amri







Berita Terkait



Komentar