#Bakauheni#wisata

Bakauheni Harbour City Dibangun di Atas Lahan 214 Hektare

( kata)
Bakauheni Harbour City Dibangun di Atas Lahan 214 Hektare
Groundbreaking proyek Bakauheni Harbour City di Menara Siger, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan, Rabu, 27 Oktober 2021. Lampost.co/Rustam Effendi


Kalianda (Lampost.co) -- Wakil Menteri (Wamen) II Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kartika Wirjoatmodjo melakukan groundbreaking alias peletakan batu pertama proyek Bakauheni Harbour City di Menara Siger, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan. 

Wamen Kartika mengatakan, proyek strategis nasional Bakauheni Harbour City memiliki potensi besar terutama di sektor pariwisata. Pasalnya, wilayah Bakauheni, Lampung Selatan (Lamsel) dikelilingi berbagai macam objek wisata, baik wisata sejarah, alam, maupun wisata minat khusus. 

"Saya meyakini destinasi wisata terintegrasi ini akan menjadi unggulan di daerah Lampung," katanya, Rabu, 27 Oktober 2021.  

Baca: Pembangunan Bakauheni Harbour City Segera Dimulai

 

Kartika berharap pembangunan tahap satu Bakauheni Harbour City ini mendapatkan dukungan dari masyarakat Lampung. Proyek terpadu Bakauheni Harbour City yang akan dibangun di atas lahan seluas 214 hektare ini akan menjadi kawasan pariwisata tepi laut terbesar di dunia.

"Pembangunan kawasan Bakauheni Harbour City ini akan mengubah Lamsel yang tadinya hanya sebagai daerah transit menjadi destinasi wisata. Pada tahap awal, rencana pengembangan kompleks Menara Siger seluas 3,8 hektare sebagai area budaya yang terintegrasi dengan Masjid Bakauheni seluas 3.000 meter persegi berkapasitas 2.000 jemaah," katanya. 

Sementara itu, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Ira Puspadewi mengatakan, jika melihat data penyeberangan terkini, dari total 49 juta yang dilayani di seluruh Indonesia, lintasan Merak-Bakauheni telah berkontribusi sebesar 42,2% atau sekitar 20,7 juta penumpang per tahun. 

"Selain itu, didukung adanya Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) yang sudah menghubungkan Lamsel hingga Palembang saat ini akan terus dikembangkan hingga Provinsi Aceh. Sehingga, ada potensi yang semakin besar," kata dia. 

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar