#lampungtengah

Bakal Gelar Pilkakam, Dirjen Bina Pemdes Simulasi e-Voting di Lamteng

( kata)
Bakal Gelar Pilkakam, Dirjen Bina Pemdes Simulasi <i>e-Voting</i> di Lamteng
Bupati Lampung Tengah, Musa Ahmad dan Dirjen Bina Pemerintahan Desa Kemendagri Yusharto Nuntoyunggo dalam pelaksanaan simulasi Pilkakam e-voting, Jumat, 25 Maret 2022. (Lampost.co/Raeza Handanny Agustira)


Gunungsugih (Lampost.co) -- Dirjen Bina Pemerintahan Desa Kementrian Dalam Negeri Republik Indonesia melakukan simulasi pemilihan kepala kampung (Pilkakam) e-voting di Kampung Wates, Kecamatan Bumiratunuban, Lampung Tengah. Namun, perubahan atas Perda Nomor 8 Tahun 2019 belum disahkan. 

Di tahun ini terdapat 84 kampung di 28 kecamatan yang ada di Lamteng bakal melaksanakan pilkakam. Lima diantaranya akan menggelar dalam metode e-voting. Sebanyak 74 jabatan kepala kampung akan habis pada April mendatang. 

"Hari ini kami melaksanakan simulasi e-voting di Lampung Tengah. Kegiatan ini penting karena salah satu bagaian dari perbaikan kualitas demokrasi di Indonesia. Kami tidak ingin pelaksanan pilkakam yang berlarut-larut dan terjadi kesalahan dalam pelaksanannya," kata Dirjen Bina Pendes Kemendagri, Yusharto Nuntoyunggo, Jumat, 25 Maret 2022. 

Dalam pelaksanaan e-voting, nantinya Data Pemilih Sementara (DPS) Pilkakam berasal dari sistem informasi kependudukan, update data pemilih dimasukkan dalam sistem pelaksanaan sehingga dapat lebih efisien. 

"Semua akan lebih efisien. Kami juga tidak perlu melakukan pencetakan surat suara dan bayar petugas KPPS sebanyak 9 orang, karena hanya perlu 4 orang saja. Selain itu, petugas juga tidak kelelahan karena prosedurnya mudah," imbuhnya. 

Yusharto memastikan, akurasi data dalam sistem e-voting tidak diragukan lagi, karena metode ini sudah dilaksanakan sejak 2013. Dalam pelaksanaannya tidak ada gugatan dalam hasil pilkakam. 

"Akurasinya bisa mencapai 99,9 persen," tutupnya. 

Sementara itu, Bupati Lampung Tengah Musa Ahmad mengapresiasi terobosan yang dilakukan dinas PMK Lampung Tengah. Menurutnya, ada beberapa manfaat yang akan dirasakan seperti efisiensi dan efektif, penghitungan suara lebih cepat, tidak ada duplikat data pemilih, tidak ada surat suara rusak, serta menghemat biaya dalam jangka panjang. 

"Untuk Lampung Tengah sendiri akan menggunakan e-voting di 5 pemilihan kepala kampung dan apabila berjalan sukses harapan bupati nantinya seluruh pemilihan kepala kampung akan menggunakan e- voting," jelasnya. 

 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar