#gakkumdu#pilkada#politik

Bakal Calon Independen Lamtim Sugianto-Masrizal Diperiksa Gakkumdu

( kata)
Bakal Calon Independen Lamtim Sugianto-Masrizal Diperiksa Gakkumdu
Bakal calon wakil bupati perseorangan Masrizal memenuhi panggilan di Sentra Gakkumdu Pilkada Lamtim 2020, Rabu (15/7/2020). Lampost.co/Djoni Hartawan Jaya


Sukadana (Lampost.co): Bakal calon wakil bupati perseorangan Kabupaten Lampung Timur, Masrizal,  Rabu, 15 Juli 2020, diperiksa Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Pilkada Lamtim 2020.


Masrizal beserta dua orang liaison officer (LO)-nya diperiksa terkait temuan Bawaslu Lamtim mengenai dugaan manipulasi pernyataan dukungan perseorangan terhadap pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati perseorangan, Sugianto-Masrizal.

Koordinator Sentra Gakkumdu Pilkada Lamtim 2020, Winarto, menjelaskan dalam proses verifikasi dukungan Bawaslu Kabupaten Lamtim di lapangan menemukan adanya dugaan manipulasi pernyataan dukungan untuk pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Lamtim, Sugianto-Masrizal.

Dugaan manipulasi dukungan itu, lanjut dia, terkait pernyataan serta dokumen fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP). Dimana dari hasil verifikasi faktual yang dilakukan di lapangan, ternyata ditemukan adanya warga yang merasa tidak pernah menandatangani pernyataan dukungan dan tidak pernah memberikan fotokopi KTP.

Jumlah temuan seperti itu diduga jumlahnya mencapai ratusan. Selanjutnya atas temuan tersebut pihak Sentra Gakkumdu Lamtim kemudian berkoordinasi dengan Panwaslu kecamatan, PPS, dan pengawas desa. Kemudian mengambil bukti sampel hasil temuan di lapangan dari tiga warga di Kecamatan Waway Karya, Sekampung Udik, dan Margatiga.

Atas bukti yang ditemukan tersebut, kata Winarto, pihaknya kemudian memanggil Masrizal bersama LO untuk dimintai klarifikasi di Sentra Gakkumdu.

"Namun yang datang untuk memberikan klarisifkasi ke Gakkumdu hari ini hanya Masrizal dan dua orang LO-nya,” kata Winarto.

Dia mengatakan dari hasil klarifikasi dan pemeriksaan yang dilakukan oleh Sentra Gakkumdu Pilkada Lamtim, jika nantinya terbukti benar dan seluruh unsur terpenuhi bakal calon Sugianto-Masrizal telah melakukan manipulasi pernyataan dukungan dimaksud, maka sanksinya adalah pidana dengan ancaman kurungan minimal 36 bulan dan maksimal 72 bulan.

Sementara itu, bakal calon wakil bupati perseorangan Lamtim, Masrizal mengatakan temuan dugaan manipulasi pernyataan dukungan tersebut mungkin terjadi karena adanya kesalahan teknis dibawah. Hal itu oleh pihaknya akan diteliti kembali sampai ke bawah. 

"Kmai juga sudah menurunkan tim langsung ke bawah untuk mencari sumber-sumber temuan dugaan manipulasi pernyataan dukungan tersebut," kata dia.

Sementara terkait dengan masih kurangnya dukungan bagi pasangan, Masrizal mengatakan pihaknya siap untuk menenuhi kekurangan syarat dukungan calon perseorangan tersebut. Bahkan untuk memenuhi kekurangan itu pihaknya sudah menyiapkan sekitar 50 ribu berkas pernyataan dukungan.

Adi Sunaryo








Berita Terkait



Komentar