#BajuBesi

Baju Besi Abad-16 Ditemukan Setelah Hilang 40 Tahun

( kata)
Baju Besi Abad-16 Ditemukan Setelah Hilang 40 Tahun
Pelindung dada dan helm besi koleksi Museum Louvre, di Paris yang kembali ditemukan setelah dicuri. AFP


Jakarta (Lampost.co) -- Pengelola Museum Louvre di Paris mengatakan mereka telah menemukan satu set baju besi era Renaisans bertatahkan emas dan perak, setelah hampir 40 tahun hilang dicuri.

Seorang ahli barang antik militer memberi tahu polisi setelah ia diminta mengurusi barang-barang warisan sebuah keluarga di Bordeaux pada Januari lalu. Ia curiga dengan helm mewah dan pelindung tubuh dari besi yang jadi koleksi keluarga tersebut.

Polisi kemudian mengidentifikasi barang-barang dari database karya seni yang dicuri dari Museum Louvre pada 31 Mei 1983. Jaksa penuntut di Bordeaux kini sedang menyelidiki bagaimana baju besi tersebut bisa ada di keluarga itu.

Satu set baju besi itu diperkirakan dibuat di Milan antara tahun 1560 dan 1580. Mereka disumbangkan ke Louvre pada 1922 oleh keluarga Rothschild.

"Saya yakin kami akan melihat benda itu muncul kembali suatu hari nanti karena mereka adalah objek satu-satunya. Tapi saya tidak pernah membayangkan bahwa itu masih berada di Prancis," kata kepala artefak bersejarah museum Louvre, Philippe Malgouyres, seperti dikutip AFP, Rabu, 3 Maret 2021.

"Baju besi itu adalah senjata yang amat prestise, dibuat dengan keahlian, setara dengan mobil mewah saat ini. Di abad ke-16, senjata menjadi karya seni yang sangat mewah," katanya.

Tahun lalu, ada sekitar 900 karya seni yang dicuri secara global. Menurut Jean-Luc Martinez, presiden-direktur Louvre, pencurian terakhir di museum yang paling banyak dikunjungi di dunia itu terjadi pada 1998, yakni sebuah potret seniman Prancis abad ke-19, Jean-Baptiste Camille Corot.

"Kami masih mencarinya," kata Martinez.

Winarko







Berita Terkait



Komentar