#tips#artis#antigen

Bahaya Tes Antigen Mandiri Tanpa Didampingi Nakes

( kata)
Bahaya Tes Antigen Mandiri Tanpa Didampingi Nakes
Seorang tenaga kesehatan sedang melakukan tes antigen pada pasien. MI/Susanto


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Dunia maya sempat dihebohkan oleh postingan Bunga Citra Lestari (BCL) yang melakukan tes antigen mandiri tanpa didampingi tenaga kesehatan (Nakes). Unggahan itu memancing pro-kontra karena tes antigen yang ideal dilakukan oleh tenaga ahli di bidang medis.

Tes antigen merupakan pengecekan virus yang dilakukan melalui teknik usap hidung atau tenggorokan seperti pengambilan sampel pada tes berantai polimerase (PCR). 

Ketua Ikatan Dokter Indinesia (IDI) Bandar Lampung, dr Aditya M.Biomed turut menyayangkan adanya fenomena tes antigen mandiri tersebut. Menurutnya, tes antigen harus dilakukan sumberdaya manusia (SDM) profesional karena bisa berbahaya.

“Selain itu, interpretasi hasil juga harus dari profesional,” kata dia, Selasa, 27 Juli 2021.

Dokter Aditnya menyebut penggunaan alat swab antigen yang tidak tepat justru berpotensi menimbulkan komplikasi cukup serius. Mulai dari patah, tertelan, hingga pendarahan.

“Misalnya mereka yang memiliki struktur hidung yang bengkok atau enggak normal, rongga hidung menjadi lebih sempit. Kalau yang swab enggak memahami struktur itu, maka risikonya timbul rasa sakit yang luar biasa,” ujarnya.

Baca: Viral Video Diduga Jual Hasil Swab di Lamsel, Ini Penjelasan Kapolres

 

Dilansir dari Halodoc, ada beberapa resiko yang memungkinkan timbul akibat melakukan swab mandiri tanpa didampingi tenaga kesehatan. Di antaranya; 

Pertama, Patah dan Tertelan. Melakukan swab antigen tanpa bantuan tenaga profesional atau nakes memang tidak dianjurkan. Pada beberapa kasus, swab antigen ini bisa menimbulkan dampak negatif atau komplikasi pada pasien.

Kedua, pendarahan dan hasil yang tidak akurat. Menurut dokter spesialis THT, patahnya tangkai swab bisa disebabkan oleh bersin ketika tangkai masuk ke dalam hidung. Apabila tangkai patah di dalam, sementara yang melakukan swab tak paham cara mengambilnya, maka risikonya bisa terjadi pendarahan pada hidung atau mimisan.

Di samping itu, risiko pendarahan bisa terjadi jika tangkai swab mengenai pembuluh darah. Dalam beberapa kasus, pendarahan ini bisa menyumbat jalan napas dan berakibat fatal. 

Ketiga, swab antigen yang dilakukan seorang diri juga bisa memengaruhi hasil tes. Orang awam yang melakukan swab sendiri tak memahami struktur anatomi hidung atau tidak mengetahui bagian yang harus diambil.

Dengan kata lain, bagian yang diambil (sampel) tak sampai ke tempat yang seharusnya menjadi bahan pemeriksaan. Kesalahan dalam pengambilan sampel ini bisa memberikan hasil yang tidak tepat. 

Imbasnya, bisa jadi hasil pemeriksaan harusnya menunjukkan positif, tapi karena sampel atau tempat pengambilannya salah, maka hasilnya menjadi negatif. 

Pengambilan swab antigen mandiri juga dapat memicu keluarnya droplet dari mulut maupun hidung sehingga dapat meningkatkan potensi penularan covid-19

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar