#bandarlampung#lampung#bahasa#sastra

Bahasa Lampung Masuk Kategori Terancam

( kata)
Bahasa Lampung Masuk Kategori Terancam
Rapat koordinasi bersama dengan Dinas Pendidikan, Sastrawan, Bappeda, dan Akdemisi, Jumat 20 September 2019. Umar Robani


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Kantor Bahasa Lampung mengungkapkan sastra dan bahasa Lampung masuk dalam kategori terancam. Hal itu terungkap dalam rapat koordinasi bersama dengan Dinas Pendidikan, Sastrawan, Bappeda, dan Akdemisi, Jumat 20 September 2019.

Kepala Kantor Bahasa Lampung Yanti Riswara mengungkapkan, kondisi sastra dan bahasa Lampung masuk dalam kategori terancam. Untuk itu perlu adanya konservasi dan revitalisasi yang dilakukan.

"Kondisi ini (terancam) terjadi karena penutur bahasa lampung terputus pada generasi orang tua, sedangkan anak tidak," kata dia.

Sekarang penutur aktif memang masih ada, lanjutnya. Namun tidak ada pada kalangan pemuda. Faktor geografis yang dekat dengan Jakarta menjadi salah satu penyebabnya.

"Anak lebih cenderung menikuti tren ibukota, hingga perlahan bahasa Lampung kian luntur," jelas Yanti.

Ia menungkapkan faktor yang paling berperngaruh adalah keluarga. Kebanyakan keluarga sudah tak lagi aktif berbahasa lampung. Sehingga pengetahuan anak soal bahasa lampung menjadi kurang.

"Sedangkan jumlah orang Lampung pun tercatat hanya 30%, jika tak ada tindakan, bahasa Lampung akan hilang beberapa generasi ke depan," kata dia.

Umar Robani






Berita Terkait



Komentar