#badaitornado#bencanaalam#beritainternasional

Badai Dahsyat di AS Selatan Tewaskan 8 Orang

( kata)
Badai Dahsyat di AS Selatan Tewaskan 8 Orang
Kerusakan parah akibat badai di Louisiana, AS, Sabtu 11 Januari 2020. (Foto: BOSSIER PARISH SHERIFFS OFFICE)

Alabama (Lampost.co): Sedikitnya delapan orang tewas akibat terjangan badai dahsyat di sejumlah wilayah di Amerika Serikat bagian selatan. Badai ini membawa angin kencang dan hujan deras.

Dikutip dari BBC, Minggu 12 Januari 2020, kematian akibat badai ini dilaporkan berasal dari negara bagian Alabama, Louisiana dan Texas. Ratusan ribu orang di tiga negara bagian tersebut terkena pemadaman listrik.

Badai juga merusak banyak rumah dan membanjiri sejumlah ruas jalan. Peringatan tornado diterapkan otoritas AS pada Sabtu 11 Januari, dengan Alabama disebut-sebut sebagai wilayah yang paling rentan terdampak cuaca buruk.

Selain angin kencang dan hujan deras, badai juga berpotensi memicu guyuran es dan salju di beberapa bagian Midwest. Ratusan penerbangan di dua bandara utama di Chicago pun terpaksa dibatalkan.

Kantor Sheriff Bossier Parish di Louisiana mengatakan, pasangan lanjut usia meninggal setelah tornado menghancurkan rumah mereka pada Jumat kemarin. Tiga anjing peliharaan keduanya belum ditemukan hingga saat ini.

Satu warga lainnya di Louisiana dilaporkan tewas saat sebuah pohon besar menimpa rumahnya.

Badan Cuaca Nasional (NWS) mengonfirmasi adanya kematian tiga warga d Pickens County, Alabama. Detail kematian belum jelas, namun media lokal melaporkan ketiganya tewas terkena imbas tornado.

"Tolong jangan anggap enteng peringatan cuaca buruk ini," ucap NWS di Birmingham, Alabama, via Twitter.

Di Texas, satu orang meninggal pada Jumat malam saat mobilnya jatuh ke sungai. Seorang pria berusia 44 tahun di Nacogdoches County juga tewas saat sebuah pohon menimpa rumahnya.

Negara bagian lain seperti Missouri, Oklahoma dan Arkansas juga terkena imbas badai, yang berujung pada rusaknya sejumlah properti. Beruntung, tidak ada laporan korban tewas atau luka dari ketiga negara bagian tersebut.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar