#pembunuhan

Bacakan Pledoi, Pengacara Sebut Terdakwa Pembunuh Pegawai RSUD Dadi Tjokrodipo Diancam Korban

( kata)
Bacakan Pledoi, Pengacara Sebut Terdakwa Pembunuh Pegawai RSUD Dadi Tjokrodipo Diancam Korban
Pelaku pembunuhan pegawai RSUD Dadi Tjokrodipo. istimewa


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kuasa hukum terdakwa kasus pembunuhan pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) A Dadi Tjokrodipo membacakan nota pledoi atau pembelaan dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang, Senin, 22 November 2021.

Sebelumnya terdakwa Adi Septian dituntut 12 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Bandar Lampung pada 15 November 2021, atas kasus pembunuhan pegawai RSUD A Dadi Tjokrodipo dengan korban Suhaidi.

Baca juga: Pembunuhan Pegawai RSUD Dadi Tjokrodipo Dilandasi Dendam

Dalam pledoinya, kuasa hukum terdakwa, Dahlan dari Posbakum PN Tanjungkarang mengatakan latar belakang dari kasus ini berdasarkan peristiwa dan fakta persidangan karena terdakwa merasa dilecehkan kehomatannya. Usai memijat korban, korban disebut hendak berbuat asusila terhadap terdakwa, namun terdakwa menolak dan menghindar.

"Terdakwa mengalami ancaman dan serangan dekat pada saat itu, dimana korban langsung mengambil gunting dan ditodongkan ke arah terdakwa. Sambil menodongkan gunting terdakwa berbuat asusila," ujar Dahlan saat membacakan pledoi, Senin, 22 November 2021.

Dahlan menyebut terdakwa membela dirinya karena disebabkan serangan gunting ke arah korban. Dalam pasal 48 KUHP, disebutkan orang yang melakukan tindak pidana karena pengaruh daya paksa tidak bisa dipidana.

Kemudian, disebutkan terdakwa berlaku sopan di persidangan, tulangpunggung keluarga, pendidikan terakhir hanya SMP, belum pernah dihukum, menyesali perbuatannya, dan kooperatif dalam persidangan.

"Meminta majelis hakim, mengabulkan nota pembelaan," paparnya.

Usai persidangan, Jaksa penuntut Umum (JPU) akan menyampaikan jawaban atas pledoi yakni replik pada Senin, 29 November 2021.

Dalam jalannya persidangan terungkap, awalnya korban Suhaidi yang bekerja sebagai pegawai laundry rumah sakit menghubungi terdakwa meminta terdakwa memijit korban.

Terdakwa pun memijat tubuh korban, hingga selesai pada 21 Maret 2021, sekitar pukul 03.00 WIB, korban lalu berusaha berbuat asusila terhadap terdakwa, namun terdakwa menolak.

Korban pun mengambil gunting dan ditodongkan ke terdakwa, sambil berusaha berbuat asusila terhadap terdakwa. Terdakwa Adi pun melawan, hingga korban terjatuh, dan gunting direbut terdakwa lalu ditusukan ke korban hingga tewas.

Winarko







Berita Terkait



Komentar