#kpk#korupsi#azissyamsuddin

Azis Syamsuddin Diperiksa sebagai Tersangka

( kata)
Azis Syamsuddin Diperiksa sebagai Tersangka
Mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin. Medcom.id/Candra Yuri Nuralam


Bandar Lampung (Lampost.co) --  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memeriksa mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin. Pemeriksaan ini merupakan yang pertama usai Azis ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan suap penanganan perkara di Lampung Tengah (Lamteng).

Azis direncanakan diperiksa di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, mulai pukul 13.00 WIB.
 
"Benar, hari ini diagendakan pemeriksaan tersangka AZ (Azis Syamsuddin) di Gedung Merah Putih KPK," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri, Senin, 11 Oktober 2021.
 
Ali belum bisa memerinci informasi yang dibutuhkan penyidik dari keterangan Azis. KPK bakal menginformasikan hasil pemeriksaan setelah rampung.

"Perkembangannya nanti disampaikan lebih lanjut," ujar Ali.

Azis menjadi tersangka tunggal dalam kasus dugaan suap penanganan perkara di Lamteng. Dia diduga mencoba menghubungi mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju untuk menutup perkara yang menjerat politikus Partai Golkar Aliza Gunado dan dirinya di KPK.
 
Robin meminta uang ke Azis untuk membantunya menutup perkara di KPK. Robin dibantu pengacara Maskur Husain dalam melancarkan aksinya.

Robin diduga berkali-kali menemui Azis untuk menerima uang. Duit itu diberikan tiga kali. Uang yang diberikan, yakni USD100 ribu, SGD17.600, dan SGD140.500.
 
Uang asing itu selalu ditukarkan ke rupiah usai diserahkan Azis ke Robin. Robin dan Maskur diduga telah menerima Rp3,1 miliar dari Azis. Kesepakatan awalnya, Azis harus memberikan Rp4 miliar untuk menutup kasus.
 
Atas tindakannya, Azis disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf  a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Baca: Sekretaris DPRD Lamteng Terbirit-birit Usai Diperiksa KPK

 

Sebelumnya, Ali Fikri mengatakan, pihaknya juga sudah memeriksa Sekretaris DPRD Lamteng, Syamsi Roli terkait bukti dokumen pembahasan rapat di DPRD Lamteng untuk kasus pengurusan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P).

Sementara, staf Bank Mandiri Bandar Jaya, Fajar Afandi diperiksa seputar dugaan transaksi perbankan dengan pihak-pihak yang terkait perkara.

"Neta Emilia (Karyawan BUMN), tidak hadir dan dilakukan penjadwalan ulang," kata Ali.

Syamsi Roli tammpak lari terbirit-birit dari kejaran awak media usai menjalani pemeriksaan oleh KPK di Mapolresta Bandar Lampung.

Syamsi keluar dari ruangan penyidik di lantai III sekitar pukul 14.59 WIB menggunakan batik hijau bermotif. Ketika hendak dihampiri wartawan, ia pun bergegas lari dari lantai III menuju lantai I. Kemudian lari ke lapangan dan menuju mobilnya seraya meninggalkan Mapolda Lampung.

"Saya enggak ada pertanyaan, enggak ada," ujarnya.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar