#azab#tafsir#petunjukallah

Azab bagi yang Meragukan Petunjuk Allah

( kata)
Azab bagi yang Meragukan Petunjuk Allah
Quraish Shihab. MI

"SESUNGGUHNYA kami menurunkannya pada malam yang penuh berkat. Kami turunkan untuk memberi peringatan." Demikian disebutkan dalam Ayat (1—3) surah Ad Dukhan bahwa Allah melalui malaikat menurunkan Alquran pada malam yang penuh berkat untuk memberi peringatan. Malam Lailatulkadar, malam turunnya Alquran ialah malam yang diberkahi dengan penuh kebaikan.

Ayat selanjutnya yakni ayat keempat, dikatakan, "Pada malam itu dijelaskan segala urusan dengan penuh hikmah." Segala persoalan-persoalan atau perkara yang menyangkut kehidupan dijelaskan dalam Alquran.

Kemudian, dikatakan pula dalam ayat kelima surah ini dalam Alquran, Allah menjelaskan persoalan-persoalan besar dari sisi-Nya, dengan mengutus rasul-rasul. Ayat keenam, berbunyi, "Sebagai rahmat dari Tuhanmu, sungguh Dia Maha Mendengar dan Maha Mengetahui."  

Dalam ayat-ayat tersebut, diketahui diturunkan Alquran dengan kehadiran rasul ialah rahmat bagi manusia. Tidak semua manusia langsung berhubungan dengan Tuhan, Allah mengutus rasul-rasul karena kemanusiaannya sama agar mereka saling berhubungan untuk pertunjuk-petunjuk yang diberikan.

Kemudian dikatakan, "Tuhan (yang memelihara) langit dan bumi dan segala isinya. Jika kamu orang-orang yang meyakini".

Lalu pada ayat kedelapan ditegaskan apabila manusia meyakini Allah yang menciptakan langit dan bumi, Dia adalah Tuhan yang berhak disembah. Tidak ada Tuhan selain Allah.

"Dia yang menghidupkan dan mematikan. Dialah Tuhanmu dan nenek moyangmu terdahulu".

Kemudian Ayat ke-9 hingga 16 surah ini menggambarkan walaupun manusia diberi nikmat berupa pertunjuk dari Allah, tetapi ada pula kaum musyrik yang mengingkari kebenaran itu bahkan setelah mendapatkan petunjuk dari Allah melalui rasul, mereka tetap dalam keragu-raguan.

Ayat ke-9 dan 10 berbunyi, "Mereka dalam keraguan dan bermain-main. Maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut/asap".

Ada yang menerjemahkan asap tersebut sebagai hari kiamat, tetapi ada pula ulama yang berpendapat itu sebuah bencana dari Allah. Lalu orang-orang musyrik berkata, "Ya Allah lenyapkanlah azab itu dari kami. Sungguh kami akan beriman".

Allah pun menjawab pada ayat selanjutnya yaitu Ayat ke-13, "Bagaimana mereka dapat menerima peringatan padahal sebelumnya telah datang seorang rasul memberi peringatan pada mereka".

Dalam ayat-ayat itu terlihat orang musyrik yang tidak mengindahkan apa yang disampaikan para rasul Allah. Mereka justru menolak kehadiran rasul. "Mereka berpaling darinya dan berkata dia (rasul) itu menerima ajaran dan orang lain dan orang gila." Demikian bunyi Ayat ke-15.

Allah mengatakan itu sedikit siksaan, suatu hari nanti orang-orang musyrik mendapatkan balasan atas dosa-dosa dan keburukan mereka sebagaimana ditegaskan pada Ayat ke-16. "Ingatlah nanti suatu ketika Kami akan menghabisi kalian dengan pukulan yang sangat keras, Kami akan memberi balasan". 

 

MI

Berita Terkait

Komentar