#pencabulan#kriminal

Ayah Tiri dan Tetangga Cabuli Anak SMP hingga Hamil

( kata)
Ayah Tiri dan Tetangga Cabuli Anak SMP hingga Hamil
Polsek Gadingrejo mengamankan dua pelaku pencabulan anak di bawah umur R dan IS. Dok. Polsek Gadingrejo

Pringsewu (Lampost.co) -- Jajaran Polsek Gadingrejo menangkap dua warga kecamatan setempat pelaku pencabulan terhadap anak di bawah umur, Selasa, 21 Januari 2020. Kedua pelaku yang diamankan masing-masing berinisial R (40), buruh, dan IS (48), wiraswasta.

Korban kebejatan kedua pelaku merupakan pelajar kelas IX di salah satu SMP di Pringsewu. "Ya korban berinisial DS dengan usia sekitar 15 tahun dan masih duduk di kelas IX SMP," ujar Kapolsek Gadingrejo AKP Anton Saputra mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Hamid Andrie Sumantri, Selasa, 22 Januari 2020.

Kapolsek menyatakan yang mengejutkan salah satu pelaku berinisial R ternyata ayah tiri korban. "Dari pengakuan R sudah melakukan hampir 10 kali melakukan perbuatan tidak senonoh terhadap korban, sementara IS melakukan itu sekitar 8 kali," ujarnya.

Kapolsek menjelaskan penangkapan kedua tersangka merupakan tindak lanjut dari laporan HW (65), guru tempat DS menimba ilmu. "Guru korban melapor pada Selasa, 21 Januari 2020 sehingga polisi langsung bergerak cepat sehingga tersangka cepat ditangkap tanpa perlawanan di rumahnya masing-masing pada pukul 18.00 WIB," katanya.

Dia menambahkan pencabulan yang dilakukan ayah tiri ternyata sudah berlangsung sejak 2014. Sedangkan IS yang merupakan tetangganya melakukan sejak awal 2018. Akibatnya, kini korban dalam keadaan hamil.

R mengaku mencabuli anak tirinya sejak masih di bangku SD. Modusnya dengan iming-iming dibelikan HP serta ancaman membunuh ibunya maupun korban apabila melapor. “Sementara tersangka IS modus yang dilakukan dengan iming-iming uang," ujarnya.

Dia menjelaskan terungkapnya kasus pencabulan berawal saat korban DS bersekolah mengeluh sakit kepala dan sakit perut kepada gurunya HW. Kemudian sang guru membawa korban berobat ke bidan desa.

Hasil pemeriksaan menyebutkan DS sedang hamil. Berdasarkan keterangan bidan itu, HW memanggil orang tua korban.

Ibu korban memenuhi panggilan itu dan selanjutnya korban bercerita penyebab kehamilan tersebut karena telah dicabuli (disetubuhi) ayah tirinya R dan tetangganya, IS.

"Atas keterangan tersebut kemudian guru dan ibu korban melapor ke Polsek Gadingrejo dan kedua pelaku juga sudah mengakuinya,” katanya.

Saat ini kedua tersangka berikut sejumlah barang bukti berupa pakaian korban diamankan di Mapolsek Gadingrejo guna proses penyidikan lebih lanjut. Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 76D jo Pasal 81 Ayat (1) atau Ayat (2) atau Pasal 76E jo Pasal 82 Ayat (1) UU RI No.17 Tahun 2016 tentang Penetapan Pemerintah Pengganti UU No.1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang.

"Ancaman hukuman penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun, kecuali ayah tiri korban, ancamannya ditambah 1/3 hukuman," ujarnya.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar