#asusila#pencabulan#beritalamteng

Ayah di Sendangagung Setubuhi Dua Anaknya

( kata)
Ayah di Sendangagung Setubuhi Dua Anaknya
Kapolsek Kalirejo Ridho Rafika menunjukkan pelaku asusila. Foto: Dok

Gunung Sugih (Lampost.co): Polsek Kalirejo Lampung Tengah menangkap pelaku persetubuhan terhadap anak dibawah umur. Tersangka yang sehari-hari bekerja sebagai tukang jahit berinisial SA (49), merupakan warga Kecamatan Sendangagung, Kabupaten Lampung Tengah.

Kapolsek Kalirejo AKP Ridho Rafika mengatakan penangkapan tersangka berdasarkan laporan polisi nomor : LP/ 105 - B / III /2020/RES LT/SEKko Kajo tertanggal 19 Maret 2020.

Kedua korban berinisial OA (12) anak tiri pelaku dan NA (17) anak kandung pelaku. "Penangkapan pelaku berdasarkan laporan bibi dari korban OA," kata Ridho, Minggu, 5 Maret 2020.

Korban OA pada Jumat (13 Maret 2020) sekitar pukul 23.00 datang ke rumah bibinya berinisial SU (40). Korban kemudian menceritakan bahwa dirinya telah menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh ayah tirinya. Saat itu korban sedang tidur, tiba-tiba merasakan perih pada kemaluanya. 

Kemudian pada saat korban terbangun, sudah ada ayah tirinya yang tidur di sampingnya dalam keadaan tidak menggunakan celana. "Korban juga tidak menggunkan celana dan atas kejadian tersebut korban mengalami trauma dan sakit pada kemaluanya," kata kapolsek.

Setelah dilakukan penyelidikan, polisi akhirnya menangkap pelaku di rumahnya, Rabu (19 Maret 2020) sekitar pukul 16.00 WIB. Petugas juga menyita sejumlah barang bukti antara lain sehelai baju gamis warna abu-abu bermotif batik dan sehelai kaos warna hijau.

"Tersangka dan barang bukti telah kami bawa ke Polsek untuk proses penyidikan lebih lanjut," kata Ridho.

Setelah diperiksa secara intensif, ternyata pelaku juga telah menyetubuhi anak kandungnya berinisial NA. Parahnya lagi persetubuhan itu diduga dilakukan pelaku sejak istrinya meninggal empat tahun silam.

Tersangka bakal dijerat Pasal 76 D Jo 81 Ayat 1 dan 2 UU No 35 tahun 2002 tentang Perlidungan Anak dengan ancaman minimal lima tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar