#cuacaekstrem#cuacaburuk#beritalampung

Awas Cuaca Ekstrem di Lampung, BPBD Diminta Siaga Potensi Bencana

( kata)
Awas Cuaca Ekstrem di Lampung, BPBD Diminta Siaga Potensi Bencana
Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung, Indra Utama. Lampost.co/Triyadi Isworo


Bandar Lampung (Lampost.co): Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Lampung menyampaikan bahwa cuaca ekstrem diperkirakan akan terjadi dibeberapa wilayah di Bumi Ruwai Jurai. Semua pihak diminta untuk bersiap siaga menghadapi kemungkinan bencana yang mungkin saja bisa terjadi.

Masyarakat diminta mewaspadai potensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di wilayah Lampung Barat, Pesisir Barat, Lampung Tengah, Lampung Timur, Metro, Pesawaran, Lampung Utara, Lampung Selatan, Pringsewu, Tanggamus, dan sebagainya.

Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung, Indra Utama, mengatakan bahwa penanggulangan bencana sangat diperlukan adanya koordinasi semua pihak, tidak mungkin dilaksanakan hanya oleh satu lembaga. Pihaknya juga selalu siap siaga terhadap bencana yang bisa datang kapan dan dimana saja.

"Kita terus melakukan kesiapsiagaan, mengenali ancaman, dan memprediksi sebelum terjadinya bencana, mencegah bencana, mampu mengurangi dampaknya, mampu menanggulangi secara efektif dan setelah bencana terjadi, mampu pulih kembali," katanya kepada Lampung Post, Selasa, 22 September 2020. 

Ia mengatakan di tengah pandemi covid-19, masyarakat diminta untuk terus mengedepankan kehati-hatian dalam setiap beraktivitas. Pihaknya juga melakukan pemetaan terhadap potensi bencana yang bisa saja terjadi, seperti Bandar Lampung potensi banjir dan kebakaran, kemudian Lampung Barat, Pesisir Barat, Tanggamus, dan Pesawaran yang rawan longsor.

"Kami juga sedang melakukan koordinasi dengan kabupaten/kota untuk melakukan pemetaan sampai tingkat RT dan RW. Di tingkat provinsi sifatnya supporting dan berkoordinasi dengan instansi ketika sebelum, saat dan sesudah bencana," kata Sekretaris BPBD Provinsi Lampung itu.

Menurutnya, ada 9 kegiatan dalam tahap kesiapsiagaan yakni, penilaian risiko (risk assessment), perencanaan siaga (contingency planning), mobilisasi sumberdaya (resource mobilization), pendidikan dan pelatihan (training & education), koordinasi (coordination), mekanisme respon (response mechanism), peringatan dini (early warning), manajemen informasi (information systems) dan gladi/ simulasi (drilling/simulation).

Penanggulangan bencana dilaksanakan secara terpadu dan terkoordinasi dengan melibatkan seluruh potensi pemerintah, swasta dan masyarakat termasuk media pada tahap pra, saat dan paska bencana. Mengutamakan pengurangan risiko bencana dengan tetap melaksanakan penanganan darurat yang cepat dan tepat. Mendukung dan mengembangkan voluntarisme yang mempunyai kapasitas dalam penanggulangan bencana.

Sementara itu Kasubdit Kedaruratan BPBD Provinsi Lampung, Effendy Arsyad, menambahkan pemerintah sudah membuat UU 24/2007 tentang Penanggulangan Bencana. Persoalan bencana menjadi urusan bersama, hak dan kewajiban seluruh stakeholder diatur. Perlindungan masyarakat terhadap bencana dimulai sejak pra bencana, pada saat dan pasca bencana, secara terencana, terpadu, terkoordinasi, dan terpadu.

Sesuai arahan Presiden, Bupati/Wali Kota sebagai penanggungjawab utama saat terjadi bencana. Gubernur merapat untuk pendampingan. Pemerintah mendukung dengan bantuan yang bersifat ekstrem, pelibatan TNI dan Polri serta penanggulangan secara dini," katanya.

Adi Sunaryo







Berita Terkait



Komentar