Putingbeliungtulangbawang

Tulangbawang Berselimut Awan Pekat Sebelum Disapu Puting Beliung

( kata)
Tulangbawang Berselimut Awan Pekat Sebelum Disapu Puting Beliung
Awan hitam pekat bergelombang menyelimuti wilayah Tulangbawang sebelum terjadinya angin puting beliung. Dok/Warga

Menggala (Lampost.co): Bencana angin puting beliung menjadi fenomena tersendiri bagi warga Tulangbawang. Dimana sebelum adanya kejadian angin puting beliung banyak warga Banjaragung, Tulangbawang mengabadikan sebuah foto awan pekat memanjang menyelimuti langit di wilayah setempat sekitar pukul 14.15 WIB.

Dimana banyak warga yang tidak mengetahui awan pekat seperti gelombang air laut tersebut adalah detik-detik datangnya bencana angin puting beliung yang bakal terjadi.

Setelah beberapa menit hadirnya awan pekat tersebut, tak disangka hujan deras disertai petir hadir menyelimuti kawasan Tulangbawang khususnya di Kecamatan Banjaragung.

"Tak berselang lama, munculah angin dimana awalnya pelan. Kemudian berlahan-lahan angin tersebut seolah mengamuk dan memporak-porandakan bangunan kokoh, yang berada dikawasan sentral ekonomi yakni Tulangbawang yakni Sentral Pasar Unit II tepatnya di Kampung Dwi Warga Tunggaljaya, Kecamatan Banjaragung, Tulangbawang.

Berita terkait: Dua Kecamatan di Tulangbawang Diterjang Puting Beliung

Warga setempat pun kaget dan tak menyangka angin semakin besar dan merusak atap rumah di belakang Pasar Unit 2 tersebut.

"Kami kaget dan mencoba berlindung dari hadirnya angin yang sangat kencang disertai suara gemuruh saat angin tersebut menghantam rumah kami," ujar Chandra warga setempat.

Dia mengatakan kejadian angin tersebut hadir sekitar 15 menit dan setelah angin tersebut pergi semua orang panik dan berhamburan keluar dan melihat kondisi rumah masing-masing yang terkena angin puting beliung 

Beberapa warga, kata dia, ada yang menangis dan panik karena tak menyangka bencana ini hadir ditengah kesulitan wabah Covid-19 saat ini.

"Ini baru pertama kali angin seperti ini hadir dikawasan Unit 2, dimana akibat kejadian tersebut beberapa rumah warga rusak berat dan puluhan rumah rusak ringan terutama banyak rusak dibagian atap," kata Chandra.

Dia berharap kepada Tuhan semoga kejadian ini tidak akan terulang untuk kedua kalinya, dan kepada Pemerintah Kabupaten Tulangbawang untuk dapat memberikan bantuan kepada kepada warga terkena dampak bencana ini.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar