#Lampung#Menggala#pencurian

Awal Mula Terungkap Pencurian Ternak di Tulangbawang

( kata)
Awal Mula Terungkap Pencurian Ternak di Tulangbawang
Foto. Dok.


MENGGALA (Lampost.co) -- Kapolsek Banjaragung Kompol Rahmin menceritakan awal mula anak buahnya bersama Tekab 308 Polres Tulangbawang dapat mengungkap kasus pencurian hewan ternak di Kampung Ringinsari, Kecamatan Banjarmargo, Tulangbawang.

Kasus pencurian empat ekor sapi yang terjadi bulan lalu itu, membuat Juliadi warga Kampung Ringinsari, Kecamatan Banjarmargo mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.

Menurut Rahmin, awal mula pihaknya mendapati petunjuk berkat kesaksian Supriyatin (34) warga Kampung Trimakmur Jaya, Kecamatan Menggala Timur. 

Baca juga: Spesialis Pencuri Ternak di Tuba Ditangkap saat Sembunyi di Bangka

Dari kesaksian Suprihatin, polisi mendapati petunjuk awal untuk mengungkap kasus pencurian hewan ternak yang terjadi di areal perkebunan sawit dekat mess PT Lambang Sawit Perkasa, Kamis 19 September 2019.

Sayangnya, Rahmin tidak memaparkan secara rinci bagaimana mereka mendapati kesaksian dari Suprihatin yang kesehariannya bekerja sebagai sopir itu.

"Menurut keterangan dari saksi Sabtu 21 September 2019) sekitar pukul 16.00 WIB. Ada seseorang yang menghubunginya untuk memuat empat ekor sapi di daerah rawa ijo dengan tujuan ke Palembang," kata Rahmin, Selasa 22 Oktober 2019.

Kata Rahmin, ternyata seseorang yang menghubungi saksi ternyata merupakan salah satu tersangka pencurian yakni Gatot Suryadi (33) warga Kampung Ringinsari, Kecamatan Banjarmargo.

"Gatot yang nelpon. Pelaku yang berhasil ditangkap di Desa Kerakas, Kecamatan Sungaiselan, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung, Sabtu (19/10/2019)," ujar dia.

Menurut keterangan Gatot, kata Rahmin, empat ekor sapi hasil curian tersbut dijual ke daerah Kabupaten Mesuji. Namun, Gatot tidak mengetahui kepada siapa tersangka D alias G yang kini masuk daftar pencarian orang polisi setempat menjual sapi tersebut.

"Empat ekor sapi dijual ke daerah Mesuji. Namun pelaku yang tertangkap ini tidak tahu karena dia diminta nunggu di bawah tol. Pelaku yang tertangkap tidak tahu di jual ke satu orang atau gimana. Sesuai keterangan pelaku yang tertangkap yang menjual adalah D (DPO)," ujar dia.

Bahkan, Gatot juga mengaku tidak mengetahui berapa hasil dari penjualan ke empat sapi tersebut. Menurut keterangan tersangka, kata Rahmin, ia menerima bagian Rp5 juta dari hasil penjualan sapi. 

Gatot sendiri berperan sebagai sopir pengangkut sapi hasil curian tersangka D alias G menggunakan mobil truk miliknya.

"Keterangan Gatot dia cuma ngangkut saja. Tapi dia tahu bahwa sapi curian. Pelaku yang tertangkap tidak tahu dijual dengan harga berapa, karena dia tidak menjualnya. Dia hanya dapat bagian Rp5 juta. Pelaku membawa sapi dengan cara mengangkut pakai mobil truk. Untuk sopir kebetulan pelaku sendiri (pelaku yang tertangkap)," ujar Rahmin.

Menurut Rahmin, pihaknya kini tengah berupaya menangkap tersangka lainnya yang kini menjadi DPO untuk mengetahui keberadaan barang bukti sapi yang terjual. Sementara mobil truk yang digunakan untuk mengangkut sapi kini tengah berada di Kampung Ringinsari, karena rusak.

"Pembeli hewan belum diketahui, karena pelaku yang menjual belum tertangkap. Kalau Gatot ngakunya baru sekali melakukan pencurian ini. Kalau mobilnya masih rusak enggak bisa jalan ada di Ringinsari," katanya.

Akibat peristiwa tersebut, tambah Rahmi, korban mengalami kerugian puluhan juta rupiah. "Kerugian korban sekitar Rp55 juta," ujar Rahmin.

Ferdi Irwanda







Berita Terkait



Komentar