#kedubes#asutria#yerusalem#internasional

Austria Tegaskan Tidak Pindahkan Kedubes ke Yerusalem

( kata)
Austria Tegaskan Tidak Pindahkan Kedubes ke Yerusalem
Presiden Austria Alexander Van der Bellen (kiri) bersama Presiden Palestina Mahmoud Abbas di Ramallah, Tepi Barat, 5 Februari 2019. (Foto:MNTV/AFP)


RAMALLAH (Lampost.co)--Presiden Austria Alexander Van der Bellen mengeritik relokasi Kedutaan Besar Amerika Serikat di Israel, dari sebelumnya di Tel Aviv ke Yerusalem. Dia menegaskan negaranya tidak akan pernah mengikuti langkah semacam itu.
Pernyataan disampaikan Der Bellen dalam konferensi pers bersama Presiden Palestina Mahmoud Abbas di Ramallah, Tepi Barat.

"Austria sedih mengenai relokasi Kedubes AS dari Tel Aviv ke Yerusalem, dan juga soal pemangkasan bantuan dana AS ke Agensi Pengungsian Palestina (UNRWA)," kata Der Bellen, seperti disitir dari laman Middle East Monitor, Rabu (6/2/2019).
"Negara kami terikat dengan kebijakan Uni Eropa terkait isu Palestina," ujarnya.
Der Bellen menambahkan Austria tetap beranggapan Solusi Dua Negara atau Two-State Solution adalah solusi terbaik untuk menyelesaikan konflik antara Palestina dengan Israel. Ia mendorong agar solusi tersebut dicapai melalui negosiasi damai.

Pada Desember 2017, Presiden AS Donald Trump secara sepihak mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, dan memindahkan Kedubes Washington dari Tel Aviv.

Sementara itu, Abbas menyerukan UE untuk mengakui status Palestina dan memainkan peranan yang lebih besar mengenai isu Yerusalem. "AS sudah tidak lagi dapat dipercaya sebagai mediator perdamaian antara Israel dengan Palestina. Ini dikarenakan AS bias terhadap Israel," sebut Abbas.
"Kami tidak akan pernah terlibat dalam konferensi internasional yang tidak didasarkan pada resolusi-resolusi komunitas global," ujarnya.

MTVN







Berita Terkait



Komentar