#pembantaian#pembunuhan#pembunuhbayaran#lampung

Aulia dan Kelvin Ternyata Bukan Ibu Anak

( kata)
Aulia dan Kelvin Ternyata Bukan Ibu Anak
Kepala Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Suyudi Ario Seto (batik). FOTO: MI/Ramadani

Jakarta (Lampost.co): Aulia Kesuma dan Giovanni Kelvin ternyata tak memiliki hubungan darah sebagai ibu dan anak. Kelvin yang selama ini disebut anak Aulia ternyata keponakannya.

Aulia dan Kelvin adalah tersangka otak pembunuhan terhadap Edi Chandra Purnama, 54, dan anaknya, M Adi Pradana alias Dana, 23. Aulia dan Kelvin menyewa jasa pembunuh bayaran untuk menghabisi Edi dan Adi.

"Aulia tante Kelvin. Kelvin anak dari adik saudari Aulia," kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Suyudi Ario Seto di Mapolda Metro Jaya, Senin, 2 September 2019.

Aulia sudah menganggap Kelvin sebagai anak lantaran sudah diasuh sejak kecil. Maka itu, Kelvin dengan suka rela membantu AK membunuh suami dan anak tirinya itu.

"Masalah apa pun yang dialamai Aulia menjadi masalah Kelvin juga. Itu empati dia terhadap tantenya," ungkap Suyudi.

Kasus pembunuhan terhadap Edi dan Adi terungkap dari penemuan jasad keduanya dalam sebuah minibus yang terbakar di kawasan Cidahu, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu, 25 Agustus 2019. Hasil penyelidikan, insiden tersebut diketahui rangkaian kasus pembunuhan.

Otak pembunuhan adalah istri korban yakni Aulia. Istri muda Edi itu menyewa empat pembunuh bayaran dari Lampung. Aulia menjanjikan pelaku duit Rp400 juta bila misinya berhasil.

Para pembunuh bayaran itu mulanya membunuh kedua korban di rumahnya, kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Setelah itu, jasadnya disimpan di minibus Toyota Cayla.

Pembunuh Bayaran yang Disewa AK Lari ke Lampung

Para pembunuh bayaran itu lalu pulang ke Lampung setelah diberikan uang Rp10 juta. Kemudian, Aulia dan Kelvin membawa kedua jasad menggunakan Toyota Cayla warna hitam.

Aulia membawa Toyota Cayla sendirian, sementara Kelvin juga mengemudi Toyota Cayla membawa dua jasad tersebut. Setiba di SPBU Cirendeu, Desa Benda, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Kelvin membeli delapan botol Pertalite.

Kemudian, untuk menghilangkan barang bukti Aulia menyuruh Kelvin membakar mobil dan dua jasad tersebut di dekat jurang kawasan Kampung Bondol, Sukabumi. Saat menyalakan api, Kelvin terkena luka bakar.

Oleh karena panik, setelah mobil terbakar tak jadi didorong ke jurang. Aulia dan Kelvin langsung kabur ke Jakarta untuk mendapatkan perawatan.

Melihat mobil terbakar, masyarakat melaporkan ke polisi. Setelah melakukan penyelidikan, aparat Polres Sukabumi menangkap Aulia dan Kelvin di Cilandak, Jakarta Selatan, Senin, 26 Agustus 2019 pukul 11.00 WIB.

Aulia sempat ditahan di Polres Sukabumi, dan saat ini sudah dilimpahkan ke Polda Metro Jaya. Sedangkan Kelvin masih dirawat di Rumah Sakit Pertamina, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan karena mengalami luka bakar.

Sementara, dua pembunuh bayaran, Kusmawanto Agus dan Muhammad Nur Sahid, ditangkap di Lampung.

medcom.id



Berita Terkait



Komentar