#olahraga#popnas#atletberprestasi

Atlet SIM TTC Incar Tiket Popnas

( kata)
Atlet SIM TTC Incar Tiket Popnas
Bradon saat menjalani seleksi Popwil pada 9-10 Juli lalu. Foto: Dok

Bandar Lampung (Lampost.co): Dua atlet dari SIM Table Tenis Club (TTC) tengah bersiap untuk menjalani kejuaraan Pekan Olahraga Pelajar Wilayah (Popwil) di Bengkulu, Oktober 2020 mendatang. Ajang tersebut ditargetkan dapat meraih tiket dalam Pop nasional (Popnas).

Keduanya, Bradon (12) siswa kelas 6 SD Fransiskus 2 Bandar Lampung dan Hedo Fedrota (16) pelajar asal SMA Imanuel Bandar Lampung yang masing-masingnya menjadi juara 1 dan 3 dalam seleksi Polwil pada 9-10 Juli lalu.

Pelatih Club SIM TTC Dahlan Haruri menjelaskan atlet binaannya sedang bersiap untuk menghadapi kejuaraan Polwil. Dalam ajang tersebut, Lampung akan diwakili atlet-atlet yang berasal dari kontingen Bandar Lampung, Lampung Tengah, dan Pringsewu.

"Khusus Bandar Lampung sendiri akan diwakili dua atlet yang berasal dari SIM TTC. Keduanya meraih juara dengan bersaing dari 19 peserta asal Bandar Lampung, Metro, Lampung Tengah, Pringsewu, dan Lampung Timur," kata Dahlan di Gedung Olahraga SIM, Minggu (12/7).

Dia menilai raihan yang dicapai Bradon cukup gemilang. Sebab, selama seleksi Bradon tidak terkalahkan dengan lawan yang lebih senior. "Awalnya hanya ditargetkan bisa masuk 4 besar. Tapi, ternyata bisa juara 1 dengan lawan-lawannya sudah tingkat SMA," ujarnya.

Di Polwil, keduanya akan bertarung melawan atlet-atlet asal tujuh provinsi lainnya untuk mendapatkan tiket ke tingkat Popnas pada 2021 mendatang. "Selain Lampung, ada juga diantaranya ada Jawa Barat, Jakarta, Bengkulu, Kalimantan Barat, dan Sumatera Selatan. Targetnya lolos Popwil untuk Popnas," ujar dia.

Dia melanjutkan, saat ini persiapan keduanya semakin matang, karena berada di klub yang tepat. Dengan porsi latihan setiap hari pada pagi dan sore. Namun, dirinya berharap PTMSI memberikan perhatian lebih kepada atlet tersebut guna memberikan semangat.

"PTMSI diharapkan bisa lebih perhatian agar terus muncul bibit baru sehingga daya saingnya lebih banyak. Dengan begitu juga atlet menjadi lebih semangat," kata peraih dua medali emas di PON 2016 di Jabar itu.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar