#badaklampung

Atasi PSKC, Badak Lampung Duduk di 3 Besar Liga 2 Wilayah Barat

( kata)
Atasi PSKC, Badak Lampung Duduk di 3 Besar Liga 2 Wilayah Barat
Coach Badak Lampung Rafael Berges saat memeaparkan kunci kemenangan atas PSKC Cimahi dalam konferensi pers usai lag di Stadion Sumpah Pemuda Way Halim. Lampost.co/Asrul Septian Malik

Bandar Lampung (Lampost.co) --Hasil positif ditorehkan Badak Lampung pada laga perdana Liga 2 Wilayah Barat 2020 dengan menekuk tamunya PSKC Cimahi 2-0 di stadion Sumpah Pemuda Way Halim, Minggu, 15 Maret 2020. Berkat kemenangan tersebut, Laskar Saburai bercokol di peringkat ke 3 Wilayah Barat.

Gol kemenangan Badak Lampung dibuka tendangan bebas dari jarak sekitar 25 meter Fajar Handika (24) yang gagal dihalau kiper lawan Taopik Hidayat pada menit ke-30.

Gol kedua skuat asuhan Rafael Berges dipersembahkan melalui tandukan Krismon Gustap pada menit ke-54 memanfaatkan umpan Haryanto Panto.

Sayangnya, kemenangan tuan rumah dinodai kartu merah yang didapat Akbar Tanjung pada menit akhir babak 2. Ia pun harus absen di tiga laga ke depan.

Pascaturun minum, hujan deras disertai badai dan angin kencang melanda wilayah stadion dan menjatuhkan beberapa banner. Namun, panitia pelaksana melanjutkan pertandingan dan kondisi lapangan Stadion Sumpah Pemuda pun patut diacungi jempolkarena tidak ada genangan dan aliran bola pun lancar.

Berita terkait: Tandukan Krismon Bawa Badak Lampung Unggul 2-0

Coach Badak Lampung Rafael Berges mengatakan kemenangan perdana di kandang diraih karena anak asuhnya bermain maksimal, kerja sama tim, skema, dan soliditas tiap lini berjalan dengan baik. "Kami main bagus, Liga 2 ini liga yang kuat dan keras, semua tim levelnya sama, tidak ada yang mendominasi, kuncinya solid dan konsisten. Saya enggak peduli beberapa peluang gagal dikonversi jadi gol, yang penting kami menang, tim solid," ujar pelatih berpaspor Spanyol itu, usai pertandingan.

Ditanya soal, rencana PT LIB dan PSSI yang menghentikan Liga 1 dan 2 selama 2 minggu, mulai Senin, 16 Maret 2020, Berges tak punya rencana apa pun, baik pola latihan, upaya isolasi, dan sebagainya.

"Karena ini mendadak saya enggak punya rencana ke depan, kami menunggu saja, di tempat saya saja Spanyol, jadi problem besar, semua sekolah, liga, dan lainnya dihentikan. Anak saya libur sekolah, jalanan di kota enggak ada orang," ujarnya.

Namun, ia berpendapat daripada pertandingan digelar tanpa penonton, lebih baik liga dihentikan sementara. "Karena kita bertanding juga untuk penonton," katanya.

Berita terkait: Tendangan Bebas Fajar Buka Kemenangan Badak Lampung

Asisten pelatih PSKC Cimahi Herman Suherman mengaku gagal menjalankan rencana permainan dengan formasi 4-4-2 untuk langsung menyerang. Namun, Badak Lampung merebut bola dan menguasai jalannya pertandingan.

"Kami salah, niatnya kuasai pertandingan malah terdesak, salah satu faktornya karena babak pertama cuaca panas, kita di Cimahi dan Bandung biasa dingin. Tapi pas babak kedua, hujan deras permainan kita bagus, bola jalan dari kaki ke kaki. Walau hujan deras, gol pertama dari tendangan bebas bikin semangat anak-anak turun, kita memang didominasi pemain muda," katanya.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar