#pendidikan#smk

Asosiasi Pengusaha Nilai SMK 4 Tahun Tingkatkan Mutu Lulusan

( kata)
Asosiasi Pengusaha Nilai SMK 4 Tahun Tingkatkan Mutu Lulusan
Foto ilustrasi.Dok. Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaam kini sedang menggodok perubahan format kurikulum sekolah jenjang SMK dari tiga tahun menjadi 4 tahun. Perubahan itu untuk mematangkan skill siswa setelah lulus sekolah.

Rencana pemerintah tersebut disambut baik kalangan asosiasi pengusaha. Wakil Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Lampung, Yuria Putra Tubarat menyatakan mendukung jika pemerintah mengambil kebijakan menambah masa pendidikan siswa SMK menjadi empat tahun. Kebijakan tersebut mestinya bisa membuat lulusan SMK semakin siap dari segi pengetahuan, keterampilan, dan sikap mental di dunia kerja.

"Sebenarnya tiga tahun sudah cukup untuk menimba pengetahuan dan keterampilan. Tetapi ditambah satu tahun bagus untuk semakin mematangkan lulusan SMK supaya mereka memiliki sikap dewasa dan tangguh dalam dunia kerja," katanya kepada Lampost.co, Kamis, 11 Juni 2020.

Dia mengungkapkan jika program berjalan, akan ada perumusan dengan para pengusaha yang mewakili dunia usaha untuk menilai dan merancang kegiatan ini. "Pendidikan menengah kejuruan selama empat tahun dinilai efektif untuk menghasilkan tenaga kerja yang andal," ujarnya.

Namun, dia belum paham betul dengan rencana tersebut karena pihaknya belum diajak bicara. "Namun, sebenarnya saya kurang paham pasti mengenai kebijakan ini, tapi memang semua kebijakan harus berjalan dulu baru bisa ada penilaian. Jadi lebih baik kita lihat dulu, kami juga sekarang belum pernah diajak bicara oleh pihak mana pun," ujarnya.

Hal senda diungkapkan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Lampung Arie Nanda Djausal. Dia menyatakan program ini diyakini bisa meningkatkan mutu lulusan SMK.

"Program itu sekaligus untuk menjawab masalah yang dihadapi saat ini, yakni lulusan SMK terkendala ketika memasuki dunia kerja karena keahliannya yang belum memadai," katanya.

Muharram Candra Lugina







Berita Terkait



Komentar