#asn#cuti

ASN Terdampak Banjir Boleh Cuti tanpa Potong Gaji

( kata)
ASN Terdampak Banjir Boleh Cuti tanpa Potong Gaji
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo.MI/Fransisco Carolio Hutama Gani

Jakarta (Lampost.co) -- Pemerintah memperbolehkan aparatur sipil negara (ASN) yang terdampak banjir untuk cuti dan tidak dikenakan potongan gaji. Pengajuan cuti tersebut hal itu dikategorikan bencana alam.
 
"Ya, tidak potong gaji karena bencana atau sakit," ujar Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 2 Januari 2019.
 
Tjahjo menyampaikan banjir di Jakarta-Depok-Bogor-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek) masuk kriteria pengajuan cuti karena alasan penting. "Banjir Jakarta dikategorikan bencana alam sehingga pimpinan instansi dapat memberikan cuti karena alasan penting bagi pegawai yang terdampak bencana," ujarnya.
 
Dia menyerahan kepada pimpinan instansi untuk menentukan jangka waktu cuti pegawainya. Jangka waktu mulai dari satu hari hingga satu bulan.
 
"Keputusan diserahkan kepada masing-masing pimpinan instansi, apakah mau memberi izin satu hari atau maksimal satu bulan, bergantung area bencana banjirnya," ujarnya.
 
Aturan cuti karena alasan penting diatur dalam Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 24 Tahun 2017 Bab III Poin E. Alasan yang mendasari pemberian cuti tersebut, yakni:
 
a. Ibu, bapak, istri atau suami, anak, adik, kakak, mertua, atau menantu sakit keras atau meninggal dibuktikan dengan melampirkan surat keterangan rawat inap dari unit pelayanan kesehatan.
 
b. Salah seorang anggota keluarga yang dimaksud pada huruf a meninggal, dan menurut peraturan perundang-undangan PNS yang bersangkutan harus mengurus hak-hak dari anggota keluarganya yang meninggal; atau
 
c. Melangsungkan perkawinan.
 
d. PNS laki-laki yang istrinya melahirkan operasi sesar juga dapat diberikan cuti karena alasan penting dengan melampirkan surat keterangan rawat inap dari unit pelayanan kesehatan.
 
e. PNS yang mengalami musibah kebakaran rumah atau bencana alam dapat diberikan cuti karena alasan penting dengan melampirkan surat keterangan paling rendah dari ketua rukun tetangga.
 
f. PNS yang ditempatkan pada perwakilan Republik Indonesia yang rawan dan atau berbahaya dapat mengajukan cuti karena alasan penting guna memulihkan kondisi kejiwaan PNS yang bersangkutan.
 
Adapun lamanya cuti karena alasan penting ditentukan pejabat yang berwenang. Paling lama satu bulan.
 
Untuk menggunakan hak atas cuti karena alasan penting, ASN mengajukan permintaan secara tertulis kepada pejabat yang berwenang memberikan cuti.
 
Berdasarkan permintaan tertulis tersebut, pejabat terkait bisa memberikan cuti karena alasan penting.
 
"Apabila dalam keadaan mendesak dan tak dapat menunggu keputusan dari pejabat yang berwenang memberikan cuti, pejabat tertinggi di tempat ASN bekerja dapat memberikan izin sementara secara tertulis."

Medcom



Berita Terkait



Komentar