#pemalsuan#KTPEl

ASN Pemalsu KTP-El dan Komplotan Divonis Lebih Ringan dari Tuntutan

( kata)
ASN Pemalsu KTP-El dan Komplotan Divonis Lebih Ringan dari Tuntutan
Sebanyak tiga terdakwa pemalsu KTP elektronik (KTP-el) dan dokumen kependudukan divonis lebih rendah dari tuntutan jaksa pada sidang PN Kelas IA Tanjungkarang, Selasa, 17 Mei 2022. Asrul


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sebanyak tiga terdakwa pemalsu KTP elektronik (KTP-el) dan dokumen kependudukan divonis lebih rendah dari tuntutan jaksa pada sidang PN Kelas IA Tanjungkarang, Selasa, 17 Mei 2022.


Ketiga terdakwa yakni, Eko Hadi Saputera (35), warga Wayhalim, Erniyanti (44), warga Tanjungkarang Timur, dan ASN Disdukcapil Pemkot Bandar Lampung, Khusnul Damayanti (50), warga Kedamaian.

Baca juga: ASN Pemalsu KTP di Bandar Lampung Dituntut 2,5 Tahun Penjara

Eko dan Hadi divonis satu tahun dan empat bulan penjara, sedangkan Khusnul Damayanti divonis satu tahun dan 10 bulan penjara. Ketiganya juga divonis membayar denda Rp50 juta subsider satu bulan kurungan.

Ketua Majelis Hakim Jhony Butar-Butar mengatakan ketiganya terbukti melanggar Pasal 96A UU RI No. 24 tahun 2013 tentang perubahan atas UU RI No. 23 tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa I dan terdakwa II masing-masing berupa pidana penjara selama  satu tahun dan empat bulan  dan terdakwa III berupa pidana penjara selama satu tahun 10 bulan," ujar majelis saat membacakan putusan.

Vonis tersebut lebih rendah dari tuntutan JPU Moh Rifani Agustam, Eko dan Erniyati dituntut dua tahun penjara, dan Khusnul dituntut dua tahun dan enam bulan penjara.

Atas putusan tersebut, Eko menerima, sedangkan Erniyati dan Khusnul memilih pikir-pikir sebelum mengajukan banding atau tidak.

"Menerima yang mulia," kata Eko.

Winarko








Berita Terkait



Komentar